
"Merah putih" 66 meter ikut "mubeng beteng"

Jogja (ANTARA News Jogja) - Bendera merah putih sepanjang 66 meter ikut kirab "mubeng beteng" atau mengelilingi keraton, untuk memperingati Satu Abad Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Minggu.
Bendera sepanjang 66 itu dibawa ratusan warga masyarakat yang merupakan bagian dari sekitar 3.500 peserta dari berbagai elemen yang ikut ambil bagian dalam kirab tersebut.
Sebelumnya, bendera tersebut juga pernah "menyelimuti" Gedung Agung Yogyakarta dalam sebuah kegiatan pro-penetapan Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paduka Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, beberapa waktu lalu.
Selain itu, dalam kegiatan kirab tersebut juga tampil sejumlah elemen masyarakat seperti dari Kebun Binatang Gembira Loka yang menampilkan dua ekor gajah dan sejumlah reptil koleksi kebun binatang itu.
Selain itu, peserta kirab juga berasal dari mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di DIY, serta perwakilan keluarga mahasiswa dari beberapa daerah di luar DIY, seperi dari Kalimantan dan Papua.
Mahasiswa dari Ikatan Seni Indonesia (ISI) juga tampil unik dengan membawa beberapa wayang yang berasal dari lempengan seng.
GBPH Prabukusumo yang melepas secara khusus peserta kirab mengatakan, atas nama keluarga besar putra dan putri Hamengku Buwono (IX) menghaturkan terima kasih kepada peserta kirab yang tulus berpartisipasi dalam kegiatan itu.
"Banyaknya peserta dalam kegiatan ini, berarti nama almarhum Sri Sultan HB IX sangat dikenang oleh masyarakat," tukasnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, kegiatan ini dapat dijadikan sarana untuk mengenang dan meneladani sikap-sikap luhur beliau.
"Generasi muda juga perlu meneladani sikap beliau, begitu pula dengan para pemimpin di negeri ini," lanjutnya.
Ia pun menegaskan, bahwa kegiatan tersebut bukan ditujukan untuk menekan pusat agar segera menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-Undang Kesitimewaan DIY.
"DIY itu memang istimewa. Dari sejarahnya, DIY ini sudah istimewa. Pemimpin yang ada sekarang, harus melihat sejarah bagaimana bergabungnya Negara Ngayogyakara Hadiningrat dan Kadipaten Paku Alaman ke Negera Republik Indonesia," ujarnya, menegaskan.
Sementara itu, kirab mubeng beteng (mengelilingi benteng) tersebut dilakukan dengan berjalan kaki, mulai dari Alun-Alun Utara Yogyakarta menuju Titik Nol Kilometer, Jalan Ahmad Dahlan, Ngabean, Pojok Beteng Barat, Pojok Beteng Timur, Jalan Brigjen Katamsom, Jalan Senopati dan kembali berakhir di Alun-Alun Utara Yogyakarta. (E013)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
