
Perikanan penting bagi masa depan ASEAN

Jogja (ANTARA Jogja) - Sektor perikanan telah memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan dan arah masa depan kerja sama ASEAN, kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Gellwynn Jusuf.
"Kerja sama itu khususnya dalam mempersempit kesenjangan pembangunan, mengurangi kemiskinan, dan mencapai Millenium Development Goals (MDGs)," katanya pada "ASEAN Sectoral Working Group on Fisheries" (ASWGi), di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, perkembangan itu dapat menjadi dasar penting dalam realisasi Komunitas Ekonomi ASEAN pada 2015, terutama melalui integritas ekonomi regional dalam agroindustri dan perikanan, keamanan pangan terpadu, dan rencana strategis tentang keamanan pangan di wilayah ASEAN 2006-2013.
"Sektor perikanan dalam kawasan regional telah berkembang pesat kendati memiliki peluang dan tantangan. Apalagi, hal itu dibarengi dengan tingginya permintaan yang terus tumbuh secara cepat untuk komoditas perikanan karena lonjakan pertumbuhan penduduk," katanya.
Ia mengatakan, sektor perikanan dapat memainkan peran penting dalam memenuhi tuntutan baru. Namun, di sisi lain sektor itu juga mengalami tantangan besar dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
Oleh karena itu, menurut dia, sentralitas ASEAN dalam kerangka kerja sama regional cukup penting. ASEAN memiliki komitmen untuk saling memperkokoh fondasi iklim perdagangan dan investasi yang membuka peluang lebih luas bagi aktivitas intra-ASEAN.
"Hal itu membuat ASEAN memiliki daya tarik tersendiri bagi negara-negara mitra," kata Gellwynn.
Ia mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan berkonsentrasi menata kembali pola pembangunan kelautan dan perikanan dengan mengadopsi konsep pembangunan berkelanjutan yang lebih menekankan pada ekonomi biru.
Konsep itu bertujuan untuk memberikan keuntungan yang berkelanjutan selain meningkatkan kesejahteraan pada perusahaan nasional. Ekonomi biru juga menggambarkan langkah nyata pemerintah menuju pilar pembangunan yang berkelanjutan.
Untuk itu, menurut dia, perlu melibatkan inovasi dalam melakukan bisnis pengembangan sumber daya laut Indonesia.
Ia mengatakan, ekonomi biru dapat dilihat sebagai tindakan yang bertumpu pada pengembangan ekonomi rakyat secara komprehensif untuk mencapai pembangunan nasional secara keseluruhan.
"Pendekatan pembangunan berbasis ekonomi biru akan bersinergi dengan pelaksanaan program pengurangan kemiskinan, pertumbuhan, penyerapan tenaga kerja, dan pelestarian lingkungan," katanya.
(L.B015)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
