
10.290 canaker ikuti tes penempatan di Korea

Sleman (ANTARA Jogja) - Sebanyak 10.290 calon tenaga kerja, Sabtu mengikuti tes kecakapan berbahasa Korea bagi calon TKI yang akan bekerja di Korea Selatan pada 2012 di kampus Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.
"Jumlah peserta tes di Yogyakarta ini merupakan yang terbesar dibandingkan tiga kota lainnya," kata Deputi Bidang Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Ade Adam Noch melalui siaran pers-nya.
Menurut dia, pelaksanaan tes "Employment Permit System Test of Proficiency in Korean (EPS TOPIK) tersebut, dilakukan serentak selama dua hari, Sabtu (16/6) dan Minggu (17/6) di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
"Jumlah total pendaftar ujian pada 2012 sebanyak 28.084 orang, meliputi 3.850 orang mendaftarkan diri melalui Universitas Esa Unggul Jakarta, 8.541 orang pendaftar melalui Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung, 10.290 orang pendaftar melalui Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, dan 5.403 orang pendaftar melalui Universitas Dr Soetomo Surabaya," katanya.
Ia mengatakan dari jumlah pendaftar sebanyak 28.084 orang itu, setelah diseleksi secara administrasi oleh "Human Resources Development Service of Korea" (HRD Korea), ada 840 orang yang dinyatakan tidak bisa mengikuti tes, sehingga jumlah peserta tes menjadi 27.244 orang.
"Untuk nama-nama pendaftar yang dinyatakan oleh HRD Korea tidak dapat mengikuti ujian, uang pendaftaran yang telah disetor akan dikembalikan melalui rekening yang bersangkutan," katanya.
Ade Adam mengatakan, dalam tes tahun 2012 ini Indonesia mendapatkan kuota TKI ke Korea sebanyak 9.900 orang, 8.900 orang di antaranya untuk sektor manufaktur dan 1.000 orang untuk sektor perikanan.
"BNP2TKI berupaya mengajukan tambahan kuota lagi kepada HRD Korea selaku penyelenggara ujian ini," katanya.
Ia mengatakan, didalam surat HRD Korea Nomor: EPST - 990 tanggal 12 April 2012 perihal Pengumuman Ujian EPS TOPIK Tahun 2012 disebutkan mengenai jumlah peserta yang lulus dapat berubah sesuai dengan kebutuhan di Korea. "Mudah-mudahan pengajuan tambahan kuota itu bisa dikabulkan," katanya.
(V001)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
