
FKY ke-24 dikemas lebih memasyarakat

Jogja (ANTARA Jogja) - Festival Kesenian Yogyakarta yang akan diselenggarakan untuk ke-24 kali pada 2012 dikemas lebih memasyarakat sehingga mampu bersinggungan dengan aktivitas gerakan sosial dan budaya dalam masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta
"Semangat penyelenggaraan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-24 diharapkan dapat memberikan ruang bagi semua bentuk ekspresi seni dan budaya masyarakat serta seniman dalam sebuah peristiwa bersama," kata Ketua Umum FKY ke-24 Timbul Raharjo di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, kegiatan FKY yang telah mendekati penyelenggaraan seperempat abad tersebut mencoba untuk memberikan tempat lebih besar bagi masyarakat Yogyakarta agar bisa memberikan apresiasi terhadap seni.
Pameran seni rupa yang menjadi perhatian utama dalam kegiatan FKY ke-24 tersebut pun dibuat unik agar bisa dinikmati oleh masyarakat secara lebih luas.
Pameran seni rupa yang mengambil tema "Future of Us" merupakan tawaran kepada para komunitas seniman untuk memberikan konstribusi terhadap masyarakat, berupa semangat positif melalui karya seni rupa kepada masyarakat umum.
Ruang yang digunakan para seniman untuk memasang karya seni rupa tersebut pun tidak hanya di lokasi-lokasi yang eksklusif, namun juga berada di ruang-ruang publik masyarakat, seperti di pos ronda, jalanan, sekolah dasar, ruang publik di kampung, ruang transportasi publik, serta pusat perbelanjaan.
"Dengan demikian, diharapkan tercipta interaksi dengan masyarakat dan masyarakat memperoleh ruang apresiasi yang lebih luas," katanya.
FKY ke-24 tersebut akan digelar pada 20 Juni hingga 5 Juli. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X berencana membuka secara resmi kegiatan tahunan tersebut.
Pembukaan FKY ke-24 pada Rabu (20/6) akan diawali dengan pawai seni di sepanjang Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer yang diiukuti sekitar 20 kelompok seni, di antaranya drum band, prajurit keraton, jatilan, reog dan barongsai.
Ketua Publikasi dan Public Relations FKY ke-24 Setyo Harwanto mengatakan, panitia telah menyiapkan sejumalh kegiatan selama dua pekan penyelenggaraan festival tersebut.
Di antaranya pasar seni yang dipusatkan di Benteng Vredeburg, festival musik, lomba fotografi, donor darah, "stand up comedy", tarian, kompetisi akustik, dan sejumlah pelatihan keterampilan.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY GBPH Yudhaningrat berharap, dalam kegiatan FKY ke-24 tersebut masih memberikan ruang yang proporsional untuk kesenian tradisional agar bisa tetap hidup dan berkembang.
"Seni tradisional perlu diperhatikan. Bisa diberikan porsi 50:50 untuk seni tradisional dan kontemporer dalam kegiatan FKY tahun ini," katanya.
(E013)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
