Logo Header Antaranews Jogja

Tas rotan Bantul dikirim ke Jepang

Jumat, 20 Juli 2012 15:07 WIB
Image Print
Produk tas anyaman rotan Desa Wukirsari,Kabupaten Bantul,DIY (Fota ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Kerajinan tas berbahan baku rotan produksi "Anggun Rotan" dari Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikirim ke Jepang.

"Peminat tas rotan ini sebagian besar bukan saja dari masyarakat lokal, melainkan juga berasal dari luar negeri, misalnya Jepang," kata pengusaha rotan "Anggun Rotan" Panut Mulyawiyata di Bantul, Jumat.

Menurut dia, selain di kirim ke Jepang, tas rotan tersebut juga dikirim ke berbagai negara lain seperti Irak dan Iran. "Sedangkan untuk domestik tas rotan dikirim ke Surabaya dan beberapa di daerah di luar pulau Jawa," katanya.

Menurut dia, tas rotan diproduksi sendiri mulai dari bahan baku hingga barang jadi, dengan mempekerjakan sebanyak 50 orang perajin tas rotan ini dalam seminggu bisa memproduksi 100 buah tas lebih.

"Itu tergantung permintaan pesanan, kalau saat banyak pesanan bisa lebih, karena kami berlakukan sistem borong, sebagian besar pekerja kami pakai dari warga sekitar," katanya.

Ia mengatakan, usaha yang telah berdiri sejak 10 tahun lalu ini saat ini juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah toko baik yang ada di Yogyakarta hingga di daerah Solo, Jawa Tengah.

"Harga tas rotan yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp50.000 hingga Rp200.000 per biji, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan anyaman rotan," katanya.

Menurut dia, untuk bahan baku rotan, didatangkan langsung dari Jepara yang terkenal dengan salah satu penghasil rotan, dan setiap saat dapat memasok bahan baku dalam jumlah besar tergantung permintaan.

Terkait pesanan tas rotan, kata dia pekan ini sudah mulai menunjukkan peningkatan dibanding pekan sebelumnya dan rata-rata dikirim ke luar daerah diantaranya Surabaya dan Semarang.

"Kalau pembelian secara langsung belum ada peningkatan, akan tetapi pesanan melalui telepon ada peningkatan sekitar 50 persen. Kalau saat Ramadhan memang ada peningkatan," katanya.

(T.KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026