
Pertumbuhan ekonomi daerah stabil

Jakarta (ANTARA Jogja) - Pertumbuhan ekonomi di sebagian besar daerah diperkirakan stabil di atas 6,0 persen, meski terdapat indikasi perlambatan karena ekspor melemah, menurut laporan perkembangan ekonomi daerah triwulan II 2012.
"Kinerja ekspor non-migas melemah terutama di Jawa dan Jakarta dipengaruhi oleh ekspor manufaktur. Di Jawa ekspor tercatat negatif karena meningkatnya impor kendaraan bermotor" kata Juru Bicara BI Difi Ahmad Johansyah dalam diskusi BI dengan media di Jakarta, Kamis.
Dalam laporan BI, ekspor Jawa (termasuk Jakarta) terutama terjadi pada tekstil khususnya untuk tujuan Jepang, AS dan China turun sekitar 8 persen.
Sementara ekspor kendaraan bermotor memberi kontribusi yang besar bagi ekspor Jawa.
Namun secara keseluruhan tahun 2012, ekspor kendaraan bermotor diperkirakan cenderung stagnan, sedangkan impor kendaraan bermotor justru lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Ekspor perkebunan ditopang oleh CPO yang didukung oleh hasil produksi yang relatif lebih baik pada 2012, kata laporan itu.
Ekspor karet dan kakao menghadapi risiko dari sisi produksi karena faktor cuaca yang kurang kondusif pada paruh kedua 2012 (dampak El-Nino), selain harga global yang menurun.
"Ekspor tambang relatif stabil didukung kembali membaiknya kegiatan produksi tembaga di Sulampua, setelah dalam 3 triwulan terakhir mengalami kontraksi," kata BI dalam laporannya.
(T.SDP-45)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
