
Penjual kerajinan rotan tidak berminat ikut pameran

Jogja (ANTARA Jogja) - Penjual barang kerajinan berbahan baku rotan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak berminat mengikuti pameran untuk memasarkan produknya karena dinilai tidak efektif menjaring konsumen.
"Saya belum pernah mengikuti pameran, memang ada yang pernah menawari akan tetapi saya tidak ikut," kata penjual barang kerajinan rotan di kawasan Jalan Bantul, Dusun Nyemengan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Atang Sabara, Rabu.
Menurut dia, ketidakterarikannya mengikuti pameran baik yang diselenggarakan pemerintah setampat maupun pihak swasta itu karena dinilai tidak efektif menjaring konsumen karena umumnya pengunjung hanya sekedar melihat-lihat.
"Mengikuti pameran pun belum tentu laku, padahal mesti membayar sewa stan. Jadi daripada nombok lebih baik tidak ikut pameran, belum lagi produk seperti kursi sudah rusak duluan karena sering diduduki," katanya.
Apalagi kata dia produk yang dijual ukurannya lumayan besar seperti sekat ruangan tiga pintu yang dijual dengan harga Rp400.000, dan sekat empat pintu yang dijual dengan Rp550.000 per unit.
Kemudian, kata dia satu set meja kursi dijual dengan harga Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta, ayunan bayi dijual dengan harga Rp50.000 dan kuda-kudaan dijual Rp100.000 serta cup lampu dijual Rp40.000 per buah.
"Konsumen kerajinan ini umumnya warga yang memilki rumah baru di kawasan perumahan, jadi mereka lebih memilih untuk datang langsung ke penjual karena bisa milih-milih produk," katanya.
Menurut dia, oleh sebab itu dalam memasarkan produknya dirinya masih mengandalkan pembelian langsung untuk diantar ke alamat pembeli. Usaha menjual kerajinan rotan serupa juga di buka di kawasan Jalan Wates, Gamping, Sleman DIY.
Ia mengaku, omzet penjualan kerajinan rotan jika dalam kondisi ramai seperti selama bulan Ramadhan hingga Lebaran bisa mencapai Rp20 juta sebulan, namun pada bulan biasa maksimal Rp15 juta sebulan.
"Kalau produknya saya mengambil dari Jawa Barat yang barangnya masih setengah jadi, sehingga sambil menunggu pembeli saya melakukan finishing mulai dari mengamplas hingga pengkilatan. Saya juga melayani pesanan model dan warna," katanya.(KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
