Logo Header Antaranews Jogja

Produksi kerajinan difabel Bantul terkendala modal

Selasa, 31 Juli 2012 18:43 WIB
Image Print
Kerajinan produksi difabel Bantul, DIY (FOTOantara/HerySidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Produksi kerajinan difabel atau penyandang cacat yang tergabung dalam Mandiri Craft di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terkendala dengan permodalan.

"Karena keterbatasan akses dalam mendapat modal itu, maka produksi kita hanya sesuai pesanan, padahal produk kita memiliki pasar yang luas," kata Manajer Yayasan Mandiri Craft di Sewon, Bantul, Tarjono Slamet, di Bantul, Selasa.

Menurut dia, kerajinan yang diproduksi difabel ini di antaranya berbagai alat peraga dan puzzle serta permainan edukatif yang dikemas seperti kapal-kapalan, dan kereta. Selain itu pernak-pernik yang dapat dijadikan hiasan interior rumah.

Ia menyebutkan, berbagai barang kerajinan dari kayu itu ditawarkan mulai dari harga Rp6.000 hingga Rp750.000 per buah. Dengan sebanyak 42 perajin yang semuanya difabel ini bisa produksi sekitar 2.000 hingga 3.000 kerajinan sebulan.

"Selama ini produksi kita hanya sesuai dengan pesanan, sekitar 1.000-an unit, padahal produksinya bisa mencapai 3.000 buah dalam sebulan. Tapi karena bergantung pada uang muka pesanan, maka kita sesuaikan," katanya.

Ia mengatakan, akibat memiliki keterbatasan modal itu pihaknya mengaku tidak bisa menyediakan stok dalam jumlah besar.

"Selama ini modal produksi kita sebagian masih memanfaatkan uang muka pemesan dan juga modal pribadi. Minimal 50 persen dari total pembelian maka kita bisa produksi, karena harus beli kayu dan operasional lainnya," katanya.

Menurut dia, yayasan yang berdiri sejak 2003 itu pernah mengalami kolaps akibat pasar jatuh dan kerusakan alat karena gempa pada 2006, namun pada 2007 mendapat bantuan dari Jepang.

Ia mengaku, produksi kerajinan difabel ini memiliki pembeli di sejumlah daerah di Indonesia, bahkan pernah dipesan untuk dikirim ke sejumlah negara di Eropa seperti Belanda dan Jerman, serta Australia.

"Rata-rata tiap bulan kita ngirim 1.000 buah, itu sudah termasuk ke Cirebon, Jakarta hingga Sumatra. Pesanan barang didominasi puzzle dan permainan edukatif untuk koleksi di Pendidikan Anak Usia Dini," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026