Logo Header Antaranews Jogja

Daop VI periksa ketat tiket penumpang

Minggu, 12 Agustus 2012 11:44 WIB
Image Print
Petugas PT KA Daop VI Yogyakarta memeriksa tiket salah satu penumpang di Stasiun Tugu (Foto Antara/Afa)

Jogja (ANTARA Jogja) - PT Kereta Api Daerah Operasi VI pada H-7 Lebaran mulai menerapkan pemeriksaan ketat terhadap tiket penumpang sebagai salah satu upaya meminimalisasi praktik percaloan yang masih kerap dikeluhkan.

"Mulai hari ini, nama yang tertera di dalam tiket harus sama dengan nama penumpang yang berangkat," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Minggu.

Pemeriksaan tiket dilakukan sejak dari pintu masuk oleh petugas. Calon penumpang diminta menunjukkan tiket dan juga kartu identitas yang dimiliki. Jika nama antara tiket dan kartu identitas sudah sama, maka tiket tersebut akan diberi cap dan penumpang bisa naik ke kereta.

Namun, apabila nama di tiket dan kartu identitas tidak sama, maka tiket akan dianggap hangus dan penumpang tidak bisa naik ke kereta.

Pemeriksaan tiket tersebut, lanjut Eko, berlaku untuk penumpang kereta jarak jauh saja, sedangkan untuk penumpang kereta komuter seperti Prambanan Ekspres dan Madiun Jaya belum diberlakukan.

Eko mengatakan, pemberlakukan kebijakan tersebut seharusnya baru dimulai pada 1 September. "Tetapi, isu mengenai percaloan sudah semakin santer sehingga Daerah Operasi VI Yogyakarta mempercepat pelaksanaannya. Sebelumnya, juga telah dilakukan sosialisasi," katanya.

Selain pemeriksaan di pintu masuk, petugas di kereta juga akan melakukan pemeriksaan terhadap tiket penumpang. Jika diketahui nama di tiket tidak sama dengan nama penumpang, maka penumpang tersebut akan diturunkan di stasiun pemberhentian berikutnya.

"PT Kereta Api tidak bertanggung jawab apabila tiket yang dibeli di calo tersebut benar-benar asli atau tidak. Dengan membeli tiket di calo, penumpang justru dirugikan," katanya.

Selain untuk mengantisipasi praktik percaloan, penerapan kebijakan tersebut juga menguntungkan penumpang karena penumpang bisa merunut apabila tiket hilang, atau bisa digunakan untuk mengurus asuransi apabila terjadi kecelakaan selama perjalanan.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Kereta Api Sulistyo Wimbo Harjito mengatakan, total jumlah penumpang kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2012 mencapai dua juta orang.

"Jumlah tersebut turun dibanding tahun lalu karena pada tahun ini, PT Kereta Api mulai memberlakukan satu tempat duduk untuk satu penumpang. Tidak ada lagi penumpang duduk di bawah, atau di toilet atau menumpang kereta barang," katanya.

Meskipun jumlah penumpang turun, namun Wimbo mengatakan, kualitas pelayanan PT Kereta Api selama masa Angkutan Lebaran bisa ditingkatkan.

Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 15 dan 16 Agustus, sedangkan puncak arus balik terjadai pada 25 dan 26 Agustus.

(E013)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026