
Pidato Presiden tekankan pendidikan

Jakarta (ANTARA Jogja) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di DPR-RI, Kamis, menekankan soal pendidikan dan program wajib belajar 12 tahun.
"Presiden menekankan pentingnya wajib belajar 12 tahun," kata Linda Gumelar di Jakarta, Kamis.
Linda menjelaskan dalam pidatonya presiden menyebutkan bahwa untuk mengoptimalkan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau oleh seluruh rakyat, anggaran pendidikan harus terus tingkatkan.
Dengan anggaran pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya, presiden menilai akan terjadi reformasi di bidang pendidikan, utamanya dalam perluasan akses dan peningkatan kualitas di seluruh jenjang.
"Karena itu, saat ini pemerintah telah menyelesaikan Program wajib belajar sembilan tahun," ujarnya.
Program ini diupayakan secara bertahap ke dalam program pendidikan menengah universal sebagai rintisan program wajib belajar 12 tahun.
"Tentunya dengan program tersebut diharapkan anak-anak di seluruh Indonesia bisa mendapatkan pendidikan secara merata," tukasnya, berharap.
Menteri juga menilai, pendidikan dengan pola wajib belajar 12 tahun memiliki banyak dampak positif.
"Salah satunya adalah bisa mengurani angka pernikahan dini yakni menikah pada usia yang masih belia," ujarnya.
(W004)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
