Logo Header Antaranews Jogja

Presiden minta Dahlan kumpulkan BUMN September

Senin, 27 Agustus 2012 10:45 WIB
Image Print
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto antaranews.com) (antaranews.com)

Jakarta(ANTARA Jogja) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Badan Usaha Milik Negara bekerja lebih keras menyusul akan berakhirnya kepemimpinannya dalam dua tahun mendatang.

Langkah ini diambil sebab BUMN menjadi andalan negara untuk membiayai sejumlah proyek di Tanah Air.

"Waktu sidang terbatas di Bogor beberapa hari lalu, Pak SBY pengin ketemu direksi BUMN bulan depan untuk membicarakan sejumlah proyek yang harus diselesaikan pada masa kepemimpinannya," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.

Dahlan menuturkan keinginan Presiden SBY bertemu dengan direksi BUMN untuk membicarakan sejumlah proyek di Tanah Air yang diharapkan selesai usai masa kepemimpinannya. Pasalnya, BUMN menjadi salah satu penopang proyek tersebut, selain dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Intinya, dalam dua tahun ini BUMN harus bekerja lebih keras lagi. Karena dua tahun harus selesai," tuturnya.

Menurut Dahlan, Presiden SBY melihat seluruh proyek di Tanah Air tidak harus bersandar dari dana APBN. Oleh sebab itu, BUMN harus giat bekerja untuk menyelesaikan berbagai proyek tersebut.

Dalam Pidato Kenegaraan Presiden SBY disebutkan hingga akhir Juli 2012, sudah ada 135 proyek pembangunan infrastruktur dan sektor rill yang termasuk dalam Masterplan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan investasi Rp490 triliun yang telah dilakukan "ground breaking".

Sementara itu, pemerintah berkomitmen mempercepat penuntasan 55 proyek dalam MP3EI pada tahun ini, seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden No.71/2012 tentang Pelaksanaan Pengadaan Lahan.

Adapun hal pokok dalam Perpres, antara lain mengajukan dokumen perencanaan pengadaan tanah, yakni memuat tujuan rencana pembangunan, kesesuaian dengan rancangan tata ruang wilayah (RTRW), letak tanah, luas tanah yang dibutuhkan, gambaran umum status tanah, perkiraan nilai tanah.

Enam koridor ekonomi dalam MP3EI, yakni Koridor Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Koridor Papua dan Kepulauan Maluku, akan difokuskan pada pengembangan ekonomi berbasis potensi masing-masing.

Pada 2011-2014, enam koridor MP3EI menelan total investasi Rp3.350 triliun dan Rp835,6 triliun di antaranya berasal dari komitmen investasi BUMN. Dalam MP3EI 2012, pemerintah menyiapkan dana Rp400 triliun untuk "ground breaking" proyek-proyek infrastruktur dan industri manufaktur.


(T.KR-SSB)




Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026