
Jepang gandeng ITS riset bidang pangan

Surabaya (ANTARA Jogja) - Toyo College of Food Technology Jepang yang merupakan akademi setingkat diploma dua (D2) menggandeng ITS Surabaya untuk menjalin kerja sama penelitian (riset) di bidang pangan yang bertajuk "Short Term Program".
"Delegasi Toyo College of Food Technology Jepang datang ke ITS, pada Kamis (30/8)," kata Pembantu Rektor IV (PR IV) bidang penelitian, kerja sama dan inovasi ITS, Prof Dr Darminto MSc, di Surabaya, Jumat.
Menurut dia, "Short Term Program" merupakan satu bentuk kerja sama dalam jangka waktu dua minggu untuk mahasiswa dan dosen ITS yang melakukan riset dalam bidang pangan.
"Meski sebenarnya ITS belum memiliki jurusan pangan, tapi kami tidak menolak kerja sama tersebut mentah-mentah, karena ada potensi ITS ke sana, seperti banyaknya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mengarah kepada pangan," katanya.
Bahkan, beberapa riset dosen pun sudah mengarah ke bidang pangan, seperti riset pembuatan beras sagu yang merupakan tantangan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, saat berbicara di ITS.
Ia menjelaskan, delegasi Jepang diwakili Ken Tekenouchi PhD (Dean of Food Packaging) dan Dr Shinichi Suematsu. Mereka datang atas informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka.
Meski belum diadakan penandatanganan "Memorandum of Understanding" (MoU), ITS siap merealisasikannya, tetapi sebagai sebuah legalitas, MoU itu menjadi langkah awal yang akan disusun.
"Barulah pihak-pihak yang terkait di bidang pangan ini dikirimkan untuk mengikuti program yang diproyeksikan intensif tersebut," katanya.
Selain berkunjung, mereka pun disuguhi produk-produk pangan hasil cipta mahasiswa ITS yang sudah memiliki "brand", seperti makanan dari jamur.
Produk-produk pangan yang prospektif dan berkeinginan untuk maju dari suatu kegiatan wirausaha mahasiswa inilah yang menjadi bidikan utama.
"Keuntungannya bukan hanya riset, tapi bisa menambah nilai dari produk tersebut. Selain itu, tentunya juga mendapatkan pengalaman di laboratorium Jepang," katanya.
Ia menambahkan kerja sama itu juga mencakup permintaan kepada ITS untuk mengirimkan dosen agar mengajar di sana. Selain itu juga pemberian diskon terhadap pembiayaan riset di Jepang.
"Kami pun turut mengundang mahasiswa sana untuk kuliah di ITS. Bagi kami, kerja sama ini membuka peluang bagi seluruh mahasiswa ITS dengan menghubungi Pusat Inkubator Industri ITS," katanya.
(T.E011)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
