Logo Header Antaranews Jogja

Tanaman cengkih Banjaroyo kembali berbuah

Rabu, 5 September 2012 06:51 WIB
Image Print
Petani cengkig Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, menjemur cengkih hasil panen. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Tananam cengkih di Desa Banjaroyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali berbuah setelah terhenti akibat terkena abu letusan Gunung Merapi pada 2010.

"Pada 2010 dan 2011 tanaman cengkih di Banjaroyo tidak menghasilkan buah karena bunganya masih terkena abu letusan Gunung Merapi. Pada 2012 petani dapat kembali memanen cengkih mereka," kata

Kepala Desa Banjaroyo Wiwin Windarto di Kulon Progo, Rabu.

Menurut dia, hasil panennya cukup lumayan, meski tidak ikut panen raya cengkih seperti di Kecamatan Girimulyo, Kokap, dan Samigaluh.

Ia mengatakan harga cengkih di tingkat petani cukup tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Harga cengkih basah Rp31.500 per kilogram, dan cengkih kering Rp88.500 per kilogram.

"Harga cengkih di tingkat petani terus naik, meski di Kulon Progo sedang panen raya cengkih. Kualitas cengkih Desa Banjaroyo sangat bagus," katanya.

Menurut Wiwin, berdasarkan pantauan pemerintah desa, salah satu tengkulak di Kalibawang setiap hari menampung cengkih tiga hingga lima kuintal.

"Kami belum dapat memastikan total hasil panen cengkih di Desa Banjaroyo, tetapi dengan data itu, kami pastikan hasil panen sangat bagus. Cengkih yang dibeli seorang tengkulak tersebut belum termasuk tengkulak yang datang langsung kepada petani, atau petani menjual cengkihnya ke tengkulak yang lainnya," kata Wiwin.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kulon Progo Muhammad Aris Nugroho mengatakan meski panen raya dan hasil cengkih melimpah, tidak mempengaruhi harga jual di pasaran.

Cengkih basah harganya Rp26.000 hingga Rp30.000 per kilogram, sedangkan cengkih kering Rp82.000 per kilogram.

"Kami sudah melakukan sosialisasi agar masyarakat menunda menjual cengkihnya jika harga di pasaran turun. Sebab, harga cengkih kering pada Februari hingga Maret mencapai Rp200.000 per kilogram. Oleh karena itu, kami meminta masyarakat tidak tergesa-gesa menjual cengkih mereka," kata Aris.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026