Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo dorong pertumbuhan desa wisata

Jumat, 28 September 2012 12:41 WIB
Image Print
Ilustrasi desa wisata (dok istimewa)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong masyarakat untuk mengembangkan desa wisata.

"Kami selalu mendorong masyarakat untuk mengembangkan desa wisata supaya perekonomian semakin maju. Jika masyarakat desa siap secara administrasi dan kegiatannya, kami siap mendukung dan mendampinginya," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kulon Progo, Eko Wisnu Wardana di Kulon Progo, Jumat.

Saat ini, kata Eko, Kabupaten Kulon Progo memiliki 10 desa dan satu desa wisata, Desa Towil di Bantar, Kecamatan Sentolo.

Sebanyak 10 desa wisata, yakni Desa Wisata Nglinggo (Kecamatan Samigaluh), Desa Wisata Pendoworejo (Kecamatan Girimulyo), Desa Wisata Banjarasri dan Banjaroyo (Kecamatan Kalibawang), Desa Wisata Kalibiru dan Desa Wisata Sermo Hargowilis (Kecamatan Kokap), Desa Wisata Jatimulyo (Kecamatan Girimulyo), Desa Wisata Immorenggo (Kecamatan Galur), dan Desa Wisata Sidorejo (Kecamatan Lendah).

"Desa Wisata di masing-masing kecamatan memiliki karakteristik tersendiri. Mulai dari keindahan alam seperti di Nglinggo, dan paket wisata, atau kegiatan industri yang disuguhkan untuk wisata," kata Eko.

Ia mengatakan, pada 2012 ada lima desa wisata yang mendapat bantuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri bidang Pariwisata. Desa Wisata Banjaroyo dan Glagah masing-masing mendapat bantuan Rp100 juta, sedangkan Desa Wisata Kalibiru, Jatimulyo, dan Immorenggo masing-masing mendapat bantuan Rp75 juta.

"Bantuan PNPM Mandiri Pariwisata digunakan masyarakat untuk pengadaan sarana dan prasaran pendukung pariwisata, untuk memperkuat kapasitas wisata di masyarakat setempat dan biaya operasional pelaksanaan (BOP) yang besarnya lima persen dari bantuan," kata Eko.

Desa wisata yang mendapat bantuan PNPM Mandiri bidang Pariwisata, yakni Dewa Wisata Nglinggo, Pendoworejo dan Banjarasri masing-masing mendapatkan bantuan Rp100 juta dan Desa Wisata Banjaroyo dan Glagah mendapat bantuan masing-masing Rp65 juta.

"Bantuan tersebut, sudah digunakan untuk mengembangkan desa wisata dimasing-masing wilayah. Sehingga, desa wisata di Kulon Progo terus berkembang," kata Eko.

Kedepannya, kata di, Disbudparora Kulon Progo mengembangkan desa wisata Tuksono dan Salamrejo sebagai pusat wisata kerajinan dari serat alami.

"Semoga masyarakat segara menyiapkan administrasinya. Kegiatan industri kerajinan tidak hanya difokuskan kepada sektor industri tapi juga dikemas untuk sektor wisata sehingga perkembangan dan pertumbuhan ekonomi akan sangat cepat. Kami juga sedang melakukan pendampingan di Desa Wisata Sidorejo Kecamatan Lendah yang sedang mengembangkan sektor wisata batik," kata Eko.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026