Logo Header Antaranews Jogja

PHBS efektif cegah penyakit diare dan ISPA

Senin, 15 Oktober 2012 16:19 WIB
Image Print
Bupati Bantul, Sri Surya Widati saat memberikan selamat kepada sejumlah siswa SD perwakilan dari program PHBS dalam Perayaan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) di Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan upaya pencegahan penyakit yang paling efektif di antaranya diare dan infeksi saluran pernapasan atas, kata Public Health Executive PT Unilever Indonesia, Leo Indarwahono.

"Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terutama di lima waktu yang saat penting yaitu mandi pakai sabun, cuci tangan pakai sabun sebelum makan pagi, siang dan malam dan setelah keluar dari toilet," katanya saat perayaan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) di SD Negeri Salam, Kabupaten Bantul, DIY, Senin.

Menurut dia, sesuai hasil laporan tahunan UNICEF pada 2012, hingga saat ini penyakit infeksi menular seperti diare, ISPA dan penyakit influensa (SARS) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia dan telah merengut jutaan jiwa anak setiap tahunnya.

Oleh sebab itu, katanya semua pihak diajak untuk kembali berkomitmen menumbuhkan kebiasaan PHBS, dan melalui brand Lifebuoy, memberikan donasi fasilitas di 10 SD dari 10 provinsi sebagai sarana sosialisasi dan edukasi agar kebiasaan cuci tangan pakai sabun semakin meningkat di sekolah-sekolah.

"Bentuk kepedulian Lifebuoy ini karena melihat laporan tahunan UNICEF juga menunjukkan bahwa pneumonia dan diare masih menjadi dua penyakit utama penyebab kematian anak dunia," katanya.

Menurut Leo, berdasarkan penelitian, mencuci tangan pakai sabun dapat menurunkan resiko diare hingga 47 persen. Studi baru juga menunjukkan edukasi dan sosialisasi cuci tangan pakai sabun di sekolah dapat memainkan peran penting dalam mengurangi ketidakhadiran anak-anak di SD.

Leo menambahkan, sebagai bentuk komitmen kuat PT Unilever Indonesia dan bagi Lifebuoy untuk turut menyelamatkan jutaan jiwa anak Indonesia, melalui perayaan HCPTS 2012 ini PT pihaknya juga berpartisipasi melakukan gotong royong membersihkan dan memperbaiki fasilitas cuci tangan di 10 sekolah binaan Lifebuoy.

"Kali ini merupakan yang kelima kalinya PT memberikan edukasi mengenai kegiatan CTPS dan melakukan intervensi gerakan HCTPS ini di 253 sekolah dan intervensi kepada sebanyak 27.875 siswa SD di wilayah DIY," katanya.

Dibawah koordinator Kementrian Kesehatan Perayaan HCTPS 2012 yang bertepatan pada 15 Oktober ini juga dirayakan di SDN Salam dimana diikuti ratusan siswa se Bantul dan dihadiri Bupati Bantul Sri Surya Widati dan selanjutnya melakukan gerakan cuci tangan pakai sabun secara bersama.

Bupati Bantul, Sri Surya Widati mengatakan, HCTPS merupakan alat untuk menggalang peningkatan praktik higienis yang bertujuan membantu Indonesia mencapai target MDGs pada 2015, anak-anak merupakan agen perubahan yang perilaku masih dapat dibentuk sejak dini untuk melakukan kegiatan cuci tangan pakai sabun.

"Dengan demiikian ini juga berarti mengajarkan anak-anak dan seluruh keluarga hidup sehat sejak dini, sehingga pola hidup bersih dan sehat akan tertanam kuat di diri pribadi anak-anak dan anggota keluarga lainnya," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026