UAD Yogyakarta tingkatkan kepekaan mahasiswa pada robotika

id Robotika

UAD Yogyakarta tingkatkan kepekaan mahasiswa pada robotika

Ilustrasi robotika(antaranews.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika melalui berbagai lomba atau kontes robot di tingkat nasional.

"Hal itu bertujuan untuk menumbuhkembangkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dunia nyata," kata Wakil Rektor III Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Muchlas MT di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, terkait dengan Tim Robotika Mahasiswa RDC-UAD dengan robot Panser 32 yang menjadi juara favorit dan juara II pada Kontes Robot "Line Follower" Tingkat Nasional 2012, upaya itu dapat menjadi inspirasi penelitian atau tugas akhir mahasiswa angkatan berikutnya.

"Robot hasil kreativitas mahasiswa tersebut selain untuk perlombaaan juga bisa dijadikan ajang promosi institusi di luar kontes dan dapat dimanfaatkan pada saat pameran robotika," kata Muchlas.

Koordinator Tim Robotika Mahasiswa RDC-UAD Ferry Yusmianto mengatakan kontes robot di Institut Teknologi Telkom Bandung itu diikuti 51 tim dari 15 perguruan tinggi. Dari 51 tim itu sebanyak 16 tim yang lolos ke babak 16 besar.

"Dari 16 tim itu hanya delapan tim yang lolos ke babak berikutnya. Setelah melalui perlombaan yang cukup menegangkan, akhirnya terpilih juara pertama hingga empat dan juara favorit," katanya.

Menurut dia juara pertama diraih Tim Eeprom Politeknik Malang dengan robot Molen, juara kedua Tim RDC-UAD (Panser 32), juara ketiga Tim BBB UGM (P-103), dan juara keempat Tim Gang Macan Unsil 07 UGM (FIP).

"Tim RDC-UAD yang beranggotakan Jeihan dan Herry Santoso itu selain menempati juara kedua juga berhasil meraih juara favorit, karena dalam setiap babak lomba robot Panser 32 selalu mencapai finis," kata Ferry.

(B015*H010)


Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.