Logo Header Antaranews Jogja

Nilai tukar petani DIY naik 0,59 persen

Kamis, 1 November 2012 18:22 WIB
Image Print
NILAI TUKAR PETANI YOGYAKARTA - Sumarlan (39) menjemur gabah di kawasan Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta. (FOTO ANTARA/Emma)

Yogyakarta (ANTARA Jogja) - Nilai tukar petani Daerah Istimewa Yogyakarta pada Oktober 2012 mencapai 117,89 atau mengalami kenaikan sebesar 0,59 persen dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang tercatat 117,30.

"Kenaikan itu disebabkan oleh naiknya indeks nilai tukar petani pada seluruh subsektor, kecuali subsektor hortikultura," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Haryono di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia nilai tukar petani subsektor tanaman pangan tercatat sebesar 118,10, subsektor hortikultura 132,90, subsektor tanaman perkebunan rakyat 122,54, subsektor peternakan 105,22, dan subsektor perikanan 115,30.

"Indeks Harga Konsumen (IHK) di daerah perdesaan di DIY pada Oktober 2012 secara umum mencapai 134,86 atau mengalami inflasi sebesar 0,37 persen dibandingkan dengan IHK pada bulan sebelumnya yang tercatat 134,37," katanya.

Ia mengatakan kenaikan indeks terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,73 persen, kelompok perumahan 0,52 persen, kelompok sandang 0,03 persen, kelompok kesehatan 0,09 persen.

Selain itu juga terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen serta kelompok transportasi dan komunikasi 0,02 persen.

Menurut dia, dari 32 provinsi, kecuali DKI Jakarta, yang dihitung angka nilai tukar petani pada Oktober 2012 terdapat 22 provinsi mengalami kenaikan, delapan provinsi mengalami penurunan, dan dua provinsi lainnya tidak mengalami perubahan indeks.

"Kenaikan nilai tukar petani tertinggi terjadi di Maluku Utara sebesar 0,82 persen, sedangkan penurunan nilai tukar petani terbesar terjadi di Kalimantan Timur sebesar 0,35 persen," kata Haryono.


(B015)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026