Logo Header Antaranews Jogja

Petani Piyungan optimalkan pertanian ramah lingkungan

Kamis, 1 November 2012 21:17 WIB
Image Print
Pertanian (Foto Antara/Wahyu Putro)

Bantul (ANTARA Jogja) - Kelompok tani di Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengoptimalkan mengelola lahan pertanian di daerah ini dengan cara yang ramah lingkungan atau mengurangi penggunaan bahan kimia.

"Dalam pertanian kami akan cenderung mengurangi bahan-bahan kimia baik pupuk maupun pengendalian hama, sedapat mungkin tidak pakai pestisida," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sitimulyo, Piyungan, Jumeno di Bantul, Kamis.

Menurut dia, dengan pengelolaan lahan pertanian yang ramah lingkungan itu diharapkan dapat mempertahankan kesuburan lahan pertanian dan juga menyediakan produk pertanian dengan hasil panen yang sehat dan aman dikonsumsi.

Ia mengatakan di Kecamatan Piyungan terdapat lahan pertanian seluas 1.200 hektare yang terbagi ke dalam tiga desa yakni Desa Sitimulyo, Desa Srimartani dan Desa Srimulyo dengan tanaman seperti padi dan hortikultura seperti jagung, kacang tanah dan kedelai.

Menurut dia, pembuatan kompos untuk kegiatan pertanian ramah lingkungan di Piyungan didukung dengan peternakan yang berjumlah sapi 4.004 ekor, kambing sebanyak 3.452 ekor dan domba sebanyak 640 ekor dan berbagai jenis ayam sebanak sekitar 100 ribuan ekor.

"Dengan adanya ternak itu tentu menjadi lebih mudah untuk mendapatkan pupuk kandang, karena biasanya tanah rusak disebabkan karena pupuk kimia, dengan ramah lingkungan tentu juga dapat menghindari rantai makanan hama seperti ular dan tikus," katanya.

Ia mengatakan, oleh sebab itu pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada anggota kelompok petani untuk lebih sadar dengan menerapkan pertanian secara ramah lingkungan, maka dari itu tokoh petani setempat minta Piyungan dideklarasikan sebagai Kecamatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP) Dinas Pertanian DIY, Nano Hartanto mengatakan, petani Piyungan diharapkan dapat mengelola agro-ekosistem sesuai prinsip PHT, dan mengoptimalkan penggunaan bahan organik untuk mempertahankan kesuburan lahan.

"Dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) petani harus mengutamakan agen hayati dan bio pestisida sehingga dapat menyediakan produk pertanian yang sehat dan aman konsumsi," katanya.

Menurut dia, diharapkan kelompok tani Piyungan juga terus belajar untuk memecahkan masalah organisme pengganggu tanaman secara mandiri dengan menggunakan dan memanfaatkan akar pohon bambu, cucian beras dan bahan hayati/nabati lainyya.

"Dengan gerakan pengendalian organisme penggangu tanaman secara kontinyu diharapkan tidak terjadi ekspoitasi maupun penurunan produksi pertanian, kami berharap petani juga meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait pengendalian OPT," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026