
Rupiah melemah 10 poin

Jakarta (ANTARA Jogja) - Mata uang rupiah Selasa pagi kembali bergerak melemah terhadap dolar AS sebesar 10 poin menyusul kehati-hatian investor menjelang pemilu AS.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Selasa pagi bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp9.615 dibanding posisi sebelumnya Rp9.605 per dolar AS.
"Rupiah bergerak melemah seiring investor berhati-hati menjelang pemilu AS," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, ketidakpastian seputar pemilu AS, di mana hasil "polling" terakhir menunjukkan ketatnya dukungan suara antara Presiden Barack Obama dan Mitt Romney, juga telah mendorong arus "safe haven" mengalir ke mata uang AS.
Ia menambahkan, ketidakpastian paket penghematan yang diperlukan Yunani untuk mengamankan bantuan internasional menambah beban mata uang berisiko.
"Setelah menyerahkan rancangan paket penghematan kepada parlemen pada Senin lalu, pemerintah Yunani masih harus berjuang untuk mendapatkan persetujuan dalam voting parlemen pada Rabu mendatang," katanya.
Pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan, pergerakan rupiah cenderung bergerak dalam kisaran yang sempit terhadap dolar AS dengan kecenderungan melemah.
Meski demikian, lanjut dia, BI masih akan terus menjaga nilai tukar domestik terhadap dolar AS agar tidak tertekan dan minim fluktuasi sehingga tetap stabil.
"Sentimen di pasar uang saat ini mudah berubah, pelaku pasar juga masih 'wait and see' terhadap pelaksanaan pelonggaran kuantitatif (QE) AS ke tiga akan diperpanjang atau dipercepat," katanya.
(KR-ZMF)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
