Logo Header Antaranews Jogja

Harga cabai petani rendah

Selasa, 20 November 2012 19:29 WIB
Image Print
Tanaman cabai siap panen di Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Harga cabai merah borongan di tingkat petani yang menggarap lahan pasir pantai selatan Desa Srigading, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam sebulan terakhir semakin rendah.

"Harga cabai pada minggu ini sangat rendah antara Rp4.000 sampai Rp5.000 per kilogram, padahal dua minggu lalu masih Rp6.000 sampai Rp7.000 per kilogram," kata ketua kelompok tani cabai lahan pasir `Tangguh Rejeki` Sunardi di Bantul, Selasa.

Menurut dia, kelompoknya yang beranggotakan sekitar 40 orang sedang panen cabai pada lahan seluas 20 hektare sejak awal Oktober lalu.

Pada awal panen, kata dia, harganya sempat mencapai Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

"Kami panen cabai setiap empat hari sekali, saat petikan pertama dan kedua harga borongan cukup tinggi, bisa mencapai Rp12.000 per kg. Namun, semakin lama harganya makin turun, kalau saat ini sudah petikan yang ke-13," katanya.

Ia mengatakan makin rendahnya harga borongan cabai yang dibeli pengepul disebabkan beberapa faktor, di antaranya karena panen cabai berlangsung bersamaan dengan daerah lain, sehingga persediaan melimpah.

Menurut dia, juga faktor cuaca yang mempengaruhi kualitas cabai setelah beberapa kali petikan. "Kalau sudah masuk panen, tidak ada perawatan tanaman, petani hanya tinggal memetik, jadi semakin lama kualitasnya makin turun, ditambah bersamaan dengan panen cabai di tiap daerah, jadi otomatis harga makin rendah," katanya.

Selain harga borongan cabai makin rendah, kata dia, produktivitas panen juga makin menurun, menjadi sekitar 10 sampai 12 ton per hektare, tidak seperti saat awal panen yang produktivitasnya bisa mencapai 15 sampai 18 ton per hektare.

Ia mengatakan meski harga rendah, namun petani tetap bisa menikmati keuntungan dari penjualan cabai mereka, karena setidaknya dari penjualan hasil panen bulan pertama bisa untuk mengembalikan modal tanam yang rata-rata Rp45 juta sampai Rp55 juta per hektare.

"Cabai yang kami panen langsung dikirim ke berbagai daerah seperti ke Bandung dan Surabaya yang mempunyai perwakilan. Sebelumnya perwakilan sudah survei lokasi, dan setiap kali menang, dikirim, dan seterusnya," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026