
Rupiah melemah 14 poin pada Rabu pagi

Jakarta (ANTARA Jogja) - Mata uang rupiah kembali bergerak melemah sebesar 14 poin terhadap dolar AS pada Rabu pagi seiring melemahnya neraca perdagangan Indonesia.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu pagi bergerak melemah nilainya sebesar 14 poin menjadi Rp9.602 dibanding posisi sebelumnya Rp9.588 per dolar AS.
"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung melemah seiring dengan sentimen yang terlihat kurang kondusif. Dimulai dari penilaian masih lemahnya rilis neraca perdagangan Indonesia," ujar Analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.
Lalu, lanjut dia, penurunan data manufaktur AS yang dibarengi dengan ketidakjelasan penyelesaian jurang fiskal AS dimana saat Partai Republik mengajukan proposal untuk memangkas anggaran dan meningkatkan pendapatan pemerintah ditolak oleh Presiden Obama karena tidak memasukkan kenaikan pajak untuk masyarakat kalangan atas.
Kemudian, dikatakan dia, penurunan data-data ekonomi Australia yang diikuti dengan langkah Bank Sentral Australia (RBA) yang memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi tiga persen sehingga berimbas pada pelemahan mata uang Asia termasuk rupiah.
Pengamat pasar dari Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, anggaran pemerintah belum maksimal mendorong pertumbuhan ekonomi. Hingga 14 November lalu, Kementerian Keuangan mencatat realisasi anggaran masih dibawah target.
"Untuk belanja pemerintah pusat realisasinya masih 67,1 persen dari pagu APBN-P 2012 sebesar Rp1.069,53 triliun, sedangkan untuk realisasi belanja modal tercatat Rp82,994 triliun atau 48,8 persen dari pagu sebesar Rp168,67 triliun, lebih baik dibandingkan realisasi periode yang sama tahun 2011 yang hanya sebesar 42,9 persen," kata dia.
(KR-ZMF)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
