
Pendapatan pajak Bantul lampaui target

Bantul (ANTARA Jogja) - Realisasi pendapatan pajak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga awal Desember lalu telah melampaui dari yang ditargetkan hingga akhir tahun.
"Ini mengindikasikan bahwa kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak lebih baik dari yang diperkirakan," kata Kepala Bidang Penagihan, Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bantul, Trisna Manurung di Bantul, Sabtu.
Menurut dia, di Bantul ada beberapa pajak dari pihak yang mempunyai kewajiban membayar pajak diantaranya pajak hotel, restoran, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), penerangan jalan dan pajak hiburan.
Ia menyebutkan, pajak hotel ditargetkan setelah anggaran perubahan 2012 sebesar Rp600 juta, namun per 10 Desember lalu sudah terealisasi sebesar Rp743 juta, kemudian pajak restoran dari target sebesar Rp1,9 miliar sudah terealisasi sebesar Rp2,5 miliar.
Kemudian, kata dia pajak hiburan dari target sebesar Rp400 juta per 10 Desember sudah terealisasi sebesar Rp407 juta.
"Potensi pajak hiburan masih belum besar, karena didapat ketika ada even seperti di Jogja Expo Center (JEC), selain itu juga hiburan di tingkat desa yang ada pungutan dari masyarakat, jadi pajak hiburan ini sifatnya insidentil," katanya.
Menurut dia, selain itu pajak reklame dari target sebesar Rp2 miliar sudah terealisasi sebesar Rp2,5 miliar, kemudian pajak mineral bukan logam dan batuan dari terget sebesar Rp250 juta sudah teralisasi sebesar Rp378 juta.
"Sedangkan pendapatan pajak terbesar yakni dari pajak BPHTB dari target sebesar Rp18,4 miliar sudah terealisasi sebesar Rp24,8 miliar," katanya.
Ia mengatakan, sementara pajak yang belum mencapai target yakni pajak penerangan jalan dari target sebesar 16,4 miliar, terealisasi sebesar Rp14,9 miliar kemudian pajak sarang burung walet dari target Rp1,8 juta, terealisasi sebesar Rp1,8 juta.
"Namun kami tetap optimistis target pajak bisa tercapai hingga akhir tahun, karena masih ada beberapa hari ke depan," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
