Logo Header Antaranews Jogja

Bantul butuh hotel tarik wisatawan berkelas

Jumat, 11 Januari 2013 05:56 WIB
Image Print
Ilustrasi hotel (agendajogja.com)

Bantul (ANTARA Jogja) - Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan sejumlah hotel berbintang guna meningkatkan daya tarik wisatawan berkelas untuk datang ke daerah tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Bambang Legowo di Bantul, Jumat mengatakan untuk penginapan sudah ada di kawasan wisata, namun untuk kamar yang representatif sekelas hotel belum tersedia.

"Bantul masih butuh, khususnya hotel berbintang," ucapnya.

Menurut dia, dengan adanya sejumlah hotel berbintang di Bantul tentu wisatawan yang mempunyai keuangan lebih akan berminat tidak hanya berwisata namun juga bermalam di Bantul, berbeda ketika yang tersedia masih penginapan.

"Ketika wisatawan yang berkunjung dan bermalam di Bantul setidaknya juga akan membelanjakan uangnya, entah itu kuliner, kerajinan sehingga jelas berdampak pada sektor perekonomian masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, selain untuk menarik wisatawan berkelas, hotel tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan permintaan kamar oleh wisatawan yang ingin menginap terutama saat libur, baik libur sekolah maupun libur hari raya.

Menurut dia, saat liburan banyak wisatawan nusantara yang berlibur untuk mengunjungi sejumlah objek wisata di DIY termasuk ke Pantai Parangtritis, Bantul, akan tetapi sebagian besar wisatawan menginap di Kota Yogyakarta maupun di Kabupaten Sleman.

"Dari sebanyak sekitar 2,3 juta wisatawan yang ke Bantul selama tahun 2012 lalu itu hanya kurang dari sepuluh persen yang bermalam di Bantul, selebihnya wisatawan hanya berkunjung ke objek wisata selama tiga jam dan kembali ke penginapan di Yogyakarta maupun Sleman," katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya di Bantul terdapat satu hotel berbintang, akan tetapi lokasinya berada paling utara atau berbatasan dengan Kota Yogyakarta, sehingga keberadaan hotel juga dibutuhkan di Bantul bagian tengah maupun selatan.

Menurut dia, pemilihan mencari penginapan di Bantul saat liburan, kata dia karena wisatawan tidak kebagian kamar di bagian utara akibat sudah penuh dipesan, sehingga mencari alternatif dengan bermalam di penginapan di kawasan wisata.

"Dari pengelola penginapan seringkali menaikkan harga sewa kamar hingga dua kali lipat, misalnya dari Rp100.000 menjadi Rp200.000 per malam, namun karena butuh ya tidak ada masalah," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026