
Kerja KPK terhenti sementara

Jakarta (ANTARA Jogja) - Komisi Pemberantasan Korupsi menghentikan sementara aktivitas kerja karena banjir yang menggenangi sepanjang jalan Rasuna Said Jakarta Selatan dan masuk hingga ke gedung KPK sehingga memadamkan aliran listrik.
"Saya minta maaf ke masyarakat karena kerja KPK tidak maksimal, bukan karena banjir tapi karena sistem listriknya yang mengakibatkan fasilitas kerja di sini tidak dapat berfungsi," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di gedung KPK Jakarta, Kamis.
Kantor KPK beralamat di Jalan HR Rasuna Said Kavling C-1 Jakarta dan berada dekat dengan sungai Cideng yang meluap, gedung tersebut adalah tempak kerja bagi sekitar 700 karyawan, penyelidik dan penyidik KPK.
"Sebenarnya pemeriksaan bisa dilakukan di tempat lain, kami masih ada di Gedung Upindo, BUMN, tapi sistem tempat kami agak berbeda, harus ada closed-circuit television (CCTV) dan perekam yang tidak ada di gedung-gedung lain," ungkap Bambang.
Pengalaman banjir kali ini menurut Bambang akan menjadi pelajaran untuk KPK agar dapat tetap efektif bekerja.
"Tapi tadi sudah dikoordinasikan, kami ingin bertemu dengan ahlinya untuk melihat fasilitas termasuk generator yang teredam, seluruh sistem akan diperiksa," tambah Bambang.
Evakuasi tahanan
Terkait evakuasi sejumlah tahanan KPK yang ditahan di rumah tahanan Jakarta Timur cabang KPK yang berada di "basement" gedung KPK Bambang menjelaskan mereka akan disebar di sejumlah tempat.
"Tahanan di bawah kita evakuasi, nanti akan dilihat apakah akan ditebar ke rutan Guntur, Cipinang atau Salemba, syukurnya kami tidak menyimpan berkas di bawah, tapi yang sulit kami punya sistem "whistle blowing" dan surveillance (pengawasan) harus berjalan 24 jam tapi harus terhenti dulu karena listriknya tidak ada," jelas Bambang.
Mereka yang ditahan antara lain terdakwa kasus korupsi pengadaan dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Neneng Sri Wahyuni, terpidana kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGSBI) tahun 2004 Miranda Goeltom dan terdakwa kasus dugaan suap penerbitan hak guna usaha perkebunan di Buol Sulawesi Tengah Siti Hartati Murdaya.
Pemeriksaan lanjutan untuk saksi maupun tersangka kasus korupsi di KPK, menurut Bambang, juga masih melihat kondisi cuaca pada hari Jumat.
Padahal KPK menjadwalkan pemeriksaan pengusaha Choel Mallarangeng dan anggota Komisi X dari Fraksi Partai Golkar Kahar Muzakir terkait kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang Jawa Barat pada Jumat (18/1).
Hujan yang turun di Jakarta sejak Rabu (16/1) malam hingga Kamis pagi telah mengakibatkan banjir di sejumlah ruas jalan besar, salah satunya di sepanjang jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Banjir mencapai sekitar 30-50 centimeter di jalan tersebut yang masuk juga ke gedung di sisi-sisi jalan serta menghambat lalu lintas kendaraan baik dari arah Mampang Prapatan menuju Menteng. (D017)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
