
Bantul surplus beras 40.000 ton

Bantul (ANTARA) - Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan kabupaten ini hingga akhir 2012 mengalami surplus beras sebanyak 40.000 ton.
"Data produksi beras 2012 yang kami punya mencapai 204.959 ton, jika dibagi dengan jumlah penduduk sesuai tingkat konsumsi maka masih surplus sekitar 40.000 ton," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Bantul, Pulung Haryadi di Bantul, Rabu.
Menurut dia, jumlah penduduk Bantul tercatat hampir satu juta jiwa dengan tingkat konsumsi rata-rata per kapita per tahun sebanyak 65 kilogram itu maka kebutuhan beras mencapai 65.000 ton per tahun.
Ia mengatakan, produksi beras untuk ketahanan pangan di Bantul didukung dengan luasan lahan pertanian produktif 15.000 hektare dengan produksi gabah kering panen (GKP) sebanyak tujuh sampai sembilan ton per hektare.
"Tiap tahun Bantul terus mengalami surplus beras, saat ini sisa persediaan pangan itu disimpan di lumbung-lumbung milik kelompok tani sebagai cadangan pangan masyarakat setempat juga suplai pangan untuk desa lain," katanya.
Menurut dia, angka surplus beras pada 2012 tersebut mengalami kenaikan dibanding angka surplus beras yang terjadi sejak sebelum hingga tahun 2010 yang mencapai 20.000 sampai 30.000 ton beras.
Naiknya angka surplus beras itu, kata dia disebabkan selain produksi beras meningkat juga pemerintah berhasil menekan angka konsumsi beras masyarakat per kapita per tahunnya yang sebelumnya mencapai 89 kikogram.
"Menurunnya konsumsi beras ini karena masyarakat sudah menggalakkan program pemanfaatan pangan lokal nonberas sesuai yang diinstruksi Bupati, jadi meski konsumsi beras turun, namun gizi masyarakat tetap tercukupi," katanya.
Dengan angka surplus itu, kata dia pemerintah memastikan cadangan pangan di Bantul aman, apalagi konsumsi pangan olahan nonberas seperti jagung, umbi dan buah-buahan meningkat setelah ada kebijakan diversifikasi penganekaragaman pangan.
"Melihat angka surplus beras per tahun dan mulai beralihnya pangan nonberas, maka pemerintah menjamin bahwa persediaan pangan di Bantul akan aman bahkan hingga 10 sampai 20 tahun ke depan," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
