Logo Header Antaranews Jogja

Desa budaya belum dipromosikan sebagai objek wisata

Senin, 28 Januari 2013 07:40 WIB
Image Print
Desa wisata sekaligus desa budaya Tembi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto dijogja.wordpress.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Sebagian dari desa budaya yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sampai kini belum dipromosikan sebagai objek wisata, kata praktisi pariwisata dan budaya Widi Utaminingsih.

"Sebagian dari desa budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih belum tersentuh promosi sebagai tujuan wisatawan,padahal desa budaya dapat menjadi objek wisata potensial untuk menarik wisatawan berkunjung ke daerah ini," kata Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta Widi Utaminingsih di Yogyakarta,Senin.

Ia mengatakan bahwa DIY memiliki sejumlah desa budaya yang potensial dikembangkan sebagai objek wisata andalan dan dapat dijual kepada wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

"Apalagi DIY merupakan pusat budaya sehingga desa budaya yang ada di daerah ini memiliki ciri tersendiri sehingga diyakini mampu mendatangkan wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata lainnya," kata Widi yang yayasannya bergerak di bidang studi pengembangan budaya dan pariwisata berbasis potensi lokal.

Menurut dia, desa budaya adalah desa yang memiliki peninggalan budaya, adat istiadat dan tradisi yang sampai kini masih dilestarikan dan menjadi bagian kehidupan masyarakat setempat.

Jika desa budaya di daerah itu dipromosikan, baik secara nasional maupun internasional, menurut dia, desa budaya tersebut akan lebih dikenal wisatawan.

Desa budaya yang umumnya dikelola warga desa memiliki suasana yang masih alami serta menyimpan potensi adat istiadat, tradisi, dan seni budaya yang kuat, bahkan hingga kini masih menjadi bagian kehidupan masyarakat desa.

"Wisatawan yang mengunjungi desa budaya dapat ditawari menikmati suasana kehidupan perdesaan, termasuk melihat adat istiadat dan tradisi dengan menginap di rumah-rumah penduduk setempat," katanya.

Menurut dia, hampir di seluruh kabupaten di DIY memiliki desa budaya. Misalnya, di Kabupaten Bantul ada Desa Budaya Pleret dengan peninggalan masa lalu Keraton Mataram Islam.

"Selain itu, Desa Budaya Imogiri yang memiliki adat tradisi `nguras enceh` di makam raja-raja Mataram Islam," katanya.

(H008)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026