Logo Header Antaranews Jogja

Pemda diminta jamin rasa aman mahasiswa NTT

Rabu, 27 Maret 2013 15:44 WIB
Image Print
Lembaga Pemasyarakatan Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto antarayogya.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mendorong Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk segera memberikan jaminan rasa aman bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur pascainsiden penembakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Sleman.

"Harus segera ada upaya pemulihan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) serta jajaran keamanan setempat terkait aspek psikologis warga atau mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan meyakinkan bahwa ada jaminan keamanan mereka di Yogyakarta," kata Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Siti Noor Laila usai melakukan pertemuan dengan Paguyuban Mahasiswa NTT di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, hingga saat ini sebagian besar mahasiswa NTT masih dihantui rasa mencekam setelah kejadian pembunuhan warga NTT di LP Cebongan, Sleman beberapa hari yang lalu, sehingga mengganggu aktivitas belajar mereka.

Dia mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan Pemda DIY serta jajaran keamanan setempat dalam memberikan rasa aman bagi mahasiswa NTT serta memfasilitasi pertemuan langsung antara pemda dengan mahasiswa.

"Rasa was-was yang dialami mahasiswa (NTT) tidak boleh dibiarkan terlalu lama, kami nanti akan mencoba mempertemukan pemda dengan mahasiswa secara langsung agar tercipta dialog yang bisa memberikan ketenangan bagi mahasiswa," katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Mahasiswa NTT di Yogyakarta, Donny Tanoen mengaku saat ini hampir seluruh mahasiswa NTT yang ada di Yogyakarta tidak berani melakukan aktivitas di luar khususnya di malam hari karena mulai beredar pesan singkat di kalangan mereka berisi ancaman terkait keberadaan mereka di Yogyakarta.

"Hampir seratus persen dari kami terganggu kuliah, sementara lima persen dari kami sudah pulang ke NTT karena takut, apalagi sekarang mulai muncul isu `sweeping` terhadap kami dari orang yang tidak bertanggung jawab melalui SMS," katanya.

(KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026