Logo Header Antaranews Jogja

Kurs rupiah Senin pagi stagnan

Senin, 1 April 2013 09:18 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Antara)

Jakarta (Antara Jogja) - Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Senin pagi belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp9.712 per dolar AS.

"Ditutupnya sebagian besar pasar untuk liburan Paskah membuat pergerakan mata uang cenderung terbatas," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan pergerakan mata uang juga masih dibayangi kekhawatiran kerugian yang diderita oleh nasabah bank-bank Siprus yang kemungkinan juga akan dialami nasabah perbankan negara kawasan Eropa lainnya.

Selain itu, lanjut dia, sentimen pasar keuangan juga dibayangi oleh ancaman Korea Utara, yang telah menempatkan unit rudalnya pada posisi siaga untuk menyerang pangkalan militer AS di Korea Selatan dan Pasifik.

Sementara itu, pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Ruly Nova menambahkan pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan mengalami pelemahan seiring ekspektasi pelaku pasar uang terhadap neraca perdagangan yang masih defisit.

"Defisit diperkirakan masih terjadi seiring dengan harga komoditas yang belum stabil," katanya.

Ia menambahkan sentimen eksternal juga masih cenderung negatif terutama dari Eropa. Bank-bank di Portugal, Spanyol, dan Italia kemungkinan mengalami kesulitan dana pihak ketiga menyusul kekhawatiran pemangkasan deposito di Cyprus akan diikuti negara-negara Eropa.

"Pekan ini sentimen positif masih cenderung minim bagi pasar uang," katanya.
(KR-ZMF)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026