Logo Header Antaranews Jogja

Satu peleton polisi jaga Lapas Cebongan

Senin, 1 April 2013 18:05 WIB
Image Print
Lembaga Pemasyarakatan Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto antarayogya.com)

Sleman (Antara Jogja) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat penjagaan satu peleton aparat kepolisian setiap malam pascainsiden penyerangan oleh kelompok bersenjata pada Sabtu (23/3).

"Pascainsiden penyerangan kelompok bersenjata yang menewaskan empat tahanan, ada permintaan dari pihak Lapas Cebongan melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta untuk bantuan pengamanan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Kris Erlangga, Senin.

Menurut dia, atas permintaan tersebut Polda DIY kemudian menerjunkan satu peleton anggota dari Satbrimobda DIY untuk melakukan pengamanan di Lapas Cebongan setiap malam.

"Namun sebenarnya kami selama ini juga sudah melakukan pengamanan di Lapas Cebongan baik pengamanan terbuka maupun tertutup dari satuan fungsi Polri Intelkam dan reserse," katanya.

Kapolres Sleman AKBP Heri Sutrisman mengatakan, pihaknya juga terus melakukan patroli secara terbuka maupun tertutup di seluruh Sleman. Namun patroli pengamanan di Lapas Cebongan ini prosedurnya tetap sama dengan pengamanan yang lain," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham DIY Rusdianto mengatakan pengamanan tersebut dilakukan pada malam hari.

"Pengamanan ini atas permintaan dari Kepala Lapas Cebongan, dan sudah saya ajukan ke pihak Polda pada Kamis (28/3) lalu. Pengamanan sendiri dilakukan sejak Jumat (29/3) malam kemarin, nantinya sampai suasana di dalam maupun diluar Lapas Cebongan kondusif," katanya.

Dalam peristiwa penyerangan oleh kelompok bersenjata tersebut empat tahanan tewas ditembak yakni Hendrik Angel Sahetapi alias Deki (31), Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29) dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33).


(V001)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026