
Analis: rupiah Rabu pagi melemah 12 poin

Jakarta (Antara Jogja) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Rabu pagi, bergerak melemah sebesar 12 poin terpengaruh sentimen negatif dari global, kata analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 12 poin menjadi Rp9.727 dibanding posisi sebelumnya Rp9.715 per dolar AS.
"Pelemahan nilai tukar rupiah cenderung dipicu eksternal yang cenderung negatif. Namun, pelemahan kurs domestik itu masih tertahan oleh kenaikan investasi langsung luar negeri atau 'foreign direct investment' (FDI) Indonesia yang naik pada kuartal pertama tahun ini," katanya.
Ia mengemukakan bahwa investasi langsung luar negeri di Indonesia naik sebesar 27,2 persen menjadi 6,7 miliar dolar AS, dibanding kuartal pertama di 2012.
Ia menilai sentimen negatif global masih membayangi nilai tukar domestik untuk menguat. Penurunan indeks manufaktur China dan Jerman menjadi salah satu faktor negatif bagi pasar uang di dalam negeri.
"Kondisi itu membuat pelaku pasar menjadi pesimis terhadap upaya pemulihan lebih lanjut di semester I tahun ini," katanya.
Selain itu, lanjut dia, sentimen negatif tambahan dari kondisi politik di Italia yang masih kurang stabil juga akan membuat nilai tukar euro tertekan terhadap dolar AS sehingga berdampak ke rupiah.
Meski demikian, kata Reza, beberapa data ekonomi AS yang tidak memperlihatkan kemajuan atau masih dalam perlambatan dapat menjadi sentimen negatif bagi dolar AS sehingga potensi penguatan rupiah masih ada ke depannya.
(KR-ZMF)
Pewarta : Oleh Zubi Mahrofi
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
