
Pengembang targetkan pembangunan 50 rumah sederhana/bulan

Bantul (Antara) - Perusahaan pengembang perumahan menargetkan realisasi pembangunan rumah sederhana tapak mencapai 50 unit per bulan di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Untuk tahap pertama akan dibangun sekitar 400 rumah, dan hingga pertengahan April kami sudah merealisasikan 45 unit rumah siap pakai," kata Direktur Utama PT Rumah Cerdas di sela Realisasi Akad Pembeli Pertama Perumahan di Bantul, Jumat.
Menurut dia, perumahan rakyat yang terletak di kawasan Guwosari Kecamatan Pajangan Bantul yang dinamakan Griya Kembang Putih (GKP) ini didesain sebagai rumah murah namun tetap memperhatikan spesifikasi bahan bangunan yang berkualitas.
Ia mengatakan, jika pihaknya mampu merealisasikan sebanyak 50 unit rumah tiap bulan, maka pembangunan perumahan rakyat GKP tahap pertama ditargetkan selesai pada Oktober sampai November 2013.
"Sehingga pada saatnya nanti komplek perumahan rakyat GKP ini sudah siap pakai dan akan menjadi kawasan hunian rakyat yang berkualitas dan nyaman untuk ditempati," katanya.
Menurut dia, tiap rumah dibangun diatas tanah seluas 72 meter persegi dengan luas bangunan 32 meter persegi (tipe 36/72) ini ditawarkan mulai dari Rp88 juta yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kami berharap keberadaan perumahan rakyat ini dapat mensukseskan program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan tempat tinggal. Total di kawasan GKP seluas 12 hektare ini bisa menampung hingga 1.000 unit rumah," katanya.
Direktur Operasional PT Rumah Cerdas, Heru Suryono menambahkan pemilihan lokasi di wilayah Guwosari ini karena memang sesuai peruntukan untuk perumahan yakni dibangun diatas lahan marginal.
"Kami memang sengaja membidik lahan non produktif yang sulit ditanami maupun diolah menjadi lahan pertanian untuk perumahan. Kami ingin mencoba menciptakan keramaian di kawasan ini," katanya.
Menurut dia, total rumah yang sudah terjual sebanyak 210 unit, yang ditargetkan pada Juni 2013 siap ditempati, pembeli sebagian besar pasangan muda dengan berbagai macam pekerjaan seperti PNS, swasta hingga pedagang.
"Pada perumahan ini kami mengambil konsep manajemen kawasan seperti pengelolaan limbah menggunakan pipa komunal, selain itu akan ditanami berbagai macam tanaman buah di komplek perumahan," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
