Logo Header Antaranews Jogja

Konvoi pelajar masih warnai pengumuman kelulusan

Jumat, 24 Mei 2013 14:58 WIB
Image Print
ilustrasi konvoi pelajar usai pengumuman UN (foto antarafoto.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Aksi corat coret dan konvoi pelajar dengan menggunakan sepeda motor masih mewarnai pengumuman hasil kelulusan siswa SMA/SMK/MA di Kota Yogyakarta, Jumat.

Puluhan siswa yang mengendarai sepeda motor dengan baju seragam yang telah penuh dengan coretan berwarna-warni menggunakan cat semprot berkeliling Kota Yogyakarta menyusuri ruas-ruas jalan protokol.

Di Jalan Kusumanegara, puluhan pelajar laki-laki dan perempuan terlihat melakukan konvoi hingga hampir memenuhi separuh badan jalan. Begitu pula di Jalan Sultan Agung dan di simpang empat Gondomanan.

Kegiatan konvoi tersebut juga terjadi di sekitar Stadion Mandala Krida Yogyakarta dan di sekitar Jalan Cendana dan di Jalan Kenari.

Puluhan pelajar tersebut berkeliling tanpa didampingi petugas kepolisian. Mereka bersorak dan mempermainkan gas sepeda motor yang dikendarainya untuk meluapkan kegembiraan karena sudah dinyatakan lulus.

Selama konvoi, terdapat sejumlah sepeda motor tanpa knalpot serta peserta yang tidak mematuhi aturan lalu lintas seperti tidak menggunakan helm dan tidak mengindahkan lampu lalu lintas.

Selain diwarnai oleh aksi corat-coret dan konvoi pelajar, perayaan pengumuman kelulusan juga diisi oleh berbagai kegiatan lain seperti pembagian nasi bungkus yang dilakukan pelajar SMA Muhammadiyah 1 serta SMA Negeri 3 Yogyakarta.

"Sebelum pengumuman kelulusan, kami sudah minta ke sekolah agar mengimbau kepada siswa untuk tidak melakukan aksi corat-coret baju sekolah. Tapi pada kenyataannya, masih ada saja yang melakukannya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana.

Pihaknya sudah menghubungi sekolah dengan siswa yang melakukan aksi corat-coret baju seragam. Namun alasan yang disampaikan adalah baju yang dicoret hanya satu dan masih ada baju seragam lain yang bisa diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, atau tinta yang digunakan bisa dihilangkan.

"Kami mencoba memahami dan berpesan agar siswa tetap tertib," katanya.

(E013)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026