
Perputaran uang pesisir Kulon Progo Rp4 miliar/hari

Kulon Progo (Antara Jogja) - Produksi cabai di lahan pertanian pesisir Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai 20 ton per hari dengan perputaran uang diperkirakan mencapai Rp4 miliar per hari.
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Rabu, mengatakan pertanian cabai di lahan pesisir Kulon Progo mempunyai potensi ekonomi yang tinggi.
"Saat ini, harga cabai berkisar Rp20 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram (kg) dengan hasil produksi 20 ton per hari, maka dalam sehari uang yang mengalir ke wilayah pesisir mencapai Rp4 miliar," kata Hasto.
Ia mengatakan lahan pertanian yang masuk dalam wilayah kontrak karya penambangan pasir besi akan disinergikan. Sesuai kesepakatan, lahan yang telah ditambang dilakukan reklamasi dan dikembalikan lagi kepada warga petani penggarap untuk lahan pertanian. Reklamasi ini sudah disepakati dalam dokumen kontrak karya.
"Tahap demi tahap direklamasi dan dikembalikan kepada petani penggarap. Yang paling penting hasil panen cabai di wilayah reklamasi tidak ada rekayasa, dapat dipertanggung jawabkan tim ilmiah dari perguruan tinggi yang independen dan ilmiah," kata dia.
Untuk mengembangkan pertanian cabai di Kulon Progo, ia mengatakan, pemkab melakukan pendampingan melalui Dinas Pertanian dan Kehuatan (Dispertan). Selain itu juga menggandeng pihak ketiga seperti Bank Indonesia (BI) untuk turut melakukan pendampingan, seperti membantu pasar lelang agar harga cabai terapresiasi.
Kepala Dispertan Kulon Progo Bambang Tri Budi Harsono mengatakan total lahan sepanjang pesisir Kulon Progo seluas 2.927 hektare di empat Kecamatan yakni Galur, Panjatan, Wates, dan Temon. Dari luasan tersebut 80 persen atau sekitar 2.066 hektare potensial untuk usaha pertanian yang antara lain untuk budidaya cabai.
"Tingkat produktivitas lahan pesisir untuk tanaman cabai jauh lebih tinggi dibanding lahan lainnya. Rata-rata produktivitas cabai di Kulon Progo mencapai 9 ton/ha, adapun tingkat produktivitas cabai khusus di lahan pesisir bisa 14 ton/ha hingga 15 ton/ha," kata dia.
Ia mengatakan BI sudah memberikan pendampingan sejak 2012 lalu seperti Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), fasilitasi pelatihan teknologi pengolahan, pembangunan dua unit pasar lelang, dan alat transportasi roda tiga. Dana yang dikucurkan untuk pendampingan tersebut sebesar Rp 320 juta. Adapun untuk 2013 ini sesuai proposal kelompok Rp 292 juta.
"Yang di Kulon Progo ada pasar lelang cabai. Ini merupakan inisiatif warga untuk menekan anjoknya harga cabai. Keseluruhan ada 21 unit pasar lelang, tapi yang eksis saat ini 16 unit, yang lainnya sedang tidak ada produksi cabai di wilayah setempat," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
