Logo Header Antaranews Jogja

Dinas Peternakan beri insentif sapi bunting

Jumat, 14 Juni 2013 08:14 WIB
Image Print
Ilustrasi peternak sapi (Foto antaranews.com)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memberikan insentif sapi bunting kepada empat kelompok peternak yang telah menandatangani perjanjian memelihara 1.080 sapi bunting.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dinas Kepenak) Kulon Progo Nur Syamsu Hidayat di Kulon Progo, Jumat, mengatakan empat kelompok tersebut yaitu Tani Maju (Demangrejo, Kecamatan Sentolo), Agung Rejeki (Glagah, Temon), Kebonsari (Giripurwo, Girimulyo), dan Tani Makmur (Sendangsari, Pengasih).

"Insentif ini sudah berjalan sejak 2009. Pada 2013, Kulon Progo mendapat alokasi Rp720 juta untuk empat kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan Rp180 juta untuk 270 sapi bunting. Mereka bersedia memelihara sapi bunting hingga anak sapi berumur enam bulan, dan mereka akan diberi insentif sebesar Rp600.000 per ekor," kata Syamsul.

Ia mengatakan tujuan adanya insentif sapi bunting diharapkan para peternak lebih memperhatikan kondisi kesehatan sapi mereka, termasuk memberikan makanan tambahan, dan pemeriksaan kesehatan di Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan).

Menurut dia, upaya ini akan membantu mempertahankan populasi sapi, dan menjamin penambahan populasi dari anak sapi yang dilahirkan nanti.

"Ini merupakan salah satu upaya pemerintah menuju swasembada daging pada 2014," katanya.

Namun, kata dia, pihaknya sangat terkejut dengan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Kulon Progo yang menyatakan populasi sapi menurun hingga 36 persen. "Ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus mendorong peternak di Kulon Progo untuk mengembangkan dan memelihara sapi," katanya.

Menurut dia, program tersebut cukup efektif untuk menambah populasi sapi. Hal ini bisa dilihat dari grafik pertumbuhan sapi di Kulon Progo berdasarkan pendataan petugas penyaji, dan pengolan data (P3D) peternakan bahwa pada 2010 populasinya cukup tinggi mencapai 61.112 ekor.

Jumlah itu pun masih meningkat menjadi 72.810 ekor pada 2011, namun kemudian turun secara drastis hingga pertengahan Juni 2012.

Hingga medio Juni 2012 populasi ternak sapi saat itu baru mencapai 52.090 ekor, dan sedikit meningkat pada Desember sebanyak 4.401 ekor. "Populasi kembali naik hingga menjadi 56.562 ekor per 30 April 2013. Ini menunjukkan bahwa insentif sapi bunting mampu merangsang kelompok peternak untuk terus memelihara sapi," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026