
BKKBN dorong KB masuk tema kampanye 2014

Jogja (Antara Jogja) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mendorong isu keluarga berencana dimasukkan ke dalam bagian tema kampanye partai politik pada 2014 dalam rangka optimalisasi pelaksanan pengendalian lonjakan penduduk Indonesia secara berkelanjutan.
"Kalau sudah masuk tema kampanye maka siapa pun yang akhirnya terpilih menjadi presiden ada kemungkinan besar akan memasukkan optimalisasi program KB ke dalam rancangan pembangunan jangka menengah nasional dalam pemerintahan selanjutnya," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Djalal dalam seminar nasional 'Pergeseran dari MDGs ke SDGs: Tantangan dan Masalah yang Dihadapi' di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, memasukkan isu keluarga berencana (KB) dalam agenda kampanye dapat menjadi pemicu minat berkelanjutan baik bagi pemerintah serta masyarakat dalam pergantian pemerintahan pasca-Pemilu 2014.
"Kalau tidak ada satu pun yang mengangkat isu KB dalam tema kampanye maka sangat kecil harapan kita untuk bisa dioptimalkan secara berkelanjutan," katanya.
Sebab, kata dia, apabila pada Orde Baru menerapkan target kesejahteraan kependudukan yang juga mencakup dalam jangka panjang 30-40 tahun, saat ini telah bergeser manjdi 5 tahun.
"Sekarang kebijakan atau target kependudukan telah lebih cepat berganti 5 tahun sekali. Berganti setiap pemilihan umum,"katanya.
Ia mengatakan, jumlah penduduk Indonesia mengalami lonjakan satu kali lipat dalam 40 tahun.Jumlah penduduk pada 1971 sebanyak 119 juta jiwa, selanjutnya pada 2010 telah meningkat 237 jiwa.
"Secara fundamental program KB masih menjadi tantangan. Cepatnya pertumbuhan jumlah poenduduk dapat mengubah lonjakan kelipatan jumlah penduduk 40 tahu sekali menjadi 30 tahun sekali bahkan kurang," katanya.
Sementara itu total angka fertilitas (total fertility rate/TFR)saat ini masih stagnan pada angka 2,6 persen. Angka tersebut masih jauh dari target TFR Millenium Development Goals pada 2015 yakni 2,1 persen.
(KR-LQH)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
