
Kementerian Ristek didesak teliti asap Riau

Pekanbaru (Antara Jogja) - Anggota Komisi VII DPR Andi Rachman mendesak Kementerian Riset dan Teknologi (Riset) untuk melakukan penelitian asap di Riau yang merusak hubungan baik Indonesia dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia.
"Riau memiliki karakteristik topografi dengan kedalaman gambut belasan hingga puluhan meter yang memungkinkan bara api untuk 'bersembunyi' di situ," ujarnya saat dihubungi Antara melalui telepon seluler dari Pekanbaru, Kamis.
Andi yang duduk di komisi yang membidangi energi, sumber daya mineral, riset dan teknologi serta lingkungan itu mengatakan semua pihak dapat menjaga hubungan baik yang selama ini terjalin denagn negara tetangga.
Sumber yang menjadi masalah di negara tetangga yakni kabut asap yang menyelimuti Singapura dan Malaysia adalah di Indonesia, terutama wilayah Riau karena terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Sementara kebakaran hutan dan lahan di Riau terjadi setiap tahun dan sampai saat ini belum pernah dilakukan penelitian oleh kemeterian terkait terutama Kemenristek.
"Harus ditemukan teknologi pencegahan atau cara mengatasi agar bara api yang tinggal di dasar gambut tersebut betul-betul padam agar tidak terjadi lagi kebakaran di musin kemarau," ucap anggota DPR dari daerah pemilihan Riau itu.
Politisi Partai Golkar itu juga meminta Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Lingkungan Hidup serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk mencarikan alternatif agar bencana asap Riau tidak terus berulang-ulang setiap tahun.
"Kami akan menyurati kementerian dan badan terkait agar hal itu bisa segera dilakukan dengan harapan tahun depan tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan di Riau," katanya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mengambil alih upaya mengatasi kebakaran lahan di Riau, setelah menerima laporan bahwa kebakaran kali ini lebih berat dibanding tahun sebelumnya.
Presiden SBY juga memimpin apel Satgas Penanggulangan Bencana Asap yang terjadi di Riau, yang dikuti diikuti 2.000 personel dari TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kesehatan, Kementrian Kehutanan dan Kementerian Sosial.
Satgas Penanggulangan Bencana Asap akan diterjunkan di delapan kabupaten-kota di Provinsi Riau yakni Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Siak dan Pekanbaru.
(M046)
Pewarta : Oleh Muhammad Said
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
