Logo Header Antaranews Jogja

Persela perbaiki koordinasi antarlini

Minggu, 21 Juli 2013 09:34 WIB
Image Print
ilustrasi. antaranews.com (sepak bola)

Jayapura (Antara Jogja) - Pelatih Persela Lamongan Didik Ludianto mengatakan koordinasi antarlini timnya diperbaiki sebelum melawan tuan rumah Persidafon Dafonsoro di Stadion Mandala Kota Jayapura pada 23 Juli 2013.

"Yang menjadi perhatian saya adalah koordinasi antarlini. Itulah yang akan saya benahi dan perbaiki sebelum melawan Persidafon," katanya di Jayapura, Papua, Minggu.

Ia mengatakan dalam dua pertandingan terakhir, timnya selalu mendapatkan hukuman penalti dari wasit.

Hal itu, seperti pada pertandingan Jumat (19/7) malam, saat melawan Persiram Raja Ampat di Stadion Mandala Kota Jayapura. Penalti juga diberikan kepada timnya sebagai hukuman.

"Saya kira inilah yang menjadi catatan tim kami. Kenapa di dua pertandingan terakhir selalu diberikan hukuman hadiah penalti," katanya.

Untuk itu, suksesor pelatih Gomes de Olivera itu akan memfokuskan koordinasi dan komunikasi antarlini sehingga saat melawan Persidafon, timnya tidak lagi mendapatkan hukuman penalti dari pengadil lapangan.

"Senin (22/7) besok akan ada latihan. Saya akan fokuskan hal ini kepada pemain dan berharap bisa dijalankan dengan baik," katanya.

Pada pertandingan Jumat (197) malam di Stadion Mandala yang menjadi markas Persipura yang digunakan Persiram Raja Ampat, sebenarnya Persela Lamongan unggul terlebih dahulu atas tim Persiram Raja Ampat pada menit 13 babak kedua lewat tendangan keras pemain gaek Jimy Suparno.

Gol balasan tim Persiram didapatkan dari titik putih setelah salah satu pemain "Dewa Laut" diganjal barisan pertahanan Persela. James Koko Lomel yang bertindak sebagai algojo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol itu sempat diprotes oleh kubu Persela, namun penalti tersebut tetap disahkan oleh pengadil lapangan.

Saat ini, tim kebanggaan warga Lamongan, Jawa Timur itu, berada di peringkat 11 klasemen sementara Liga Super Indonesia.

(KR-ARG)




Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026