
Menhub minta ASDP beri diskon bagi pemudik

Merak (Antara Jogja) - Menteri Perhubungan E E Mangindaan meminta pihak ASDP Merak memberi kebijakan diskon tarif penyeberangan bagi pemudik yang menyeberang pada siang hari selama arus mudik lebaran untuk mengantisipasi penumpukan pemudik pada malam hari.
"Kami hanya bisa mengimbau kalau memungkinkan bisa memberi potongan harga (diskon) bagi penumpang yang berangkat pasa siang hari. Sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang pada malam hari," kata E E Mangindaan usai meresmikan pengoperasian kereta api "Krakatau' jurusan Merak-Madiun di staiun Merak Cilegon, Rabu.
Ia mengatakan terkait penumpang yang kebiasaan menyeberang pada malam hari pada saat arus mudik, karena memang keinginan sosial pasti berbeda beda. Sehingga perlu diatur agar para penumpang tidak bertumpuk atau berangkat pada malam hari yang mengakibatkan kemacetan di Pelabuhan Merak pada saat puncak arus mudik.
"Tadi dibicarakan juga jika memungkinkan diatur dengan tarif yang berbeda, tapi kami hanya mengimbau mungkin bisa diberikan potongan atau diskon bagi penumpang yang berangkat siang hari," katanya.
Ia mengatakan, jika kebijakan itu dilaksanakan, nantinya pihak ASDP yang akan mengatur. Pihaknya berharap solusi tersebut bisa dilaksanakan.
Bahkan, masalah tersebut sudah dibicarakan dengan pihak pengelola angkutan bus dan lainnya, namun tetap penumpang menginginkan berangkat pada malam hari.
"Penumpang wajar jika mereka ingin berangkat pada malam hari, karena kalau siang panas apalagi dalam kondisi berpuasa," kata EE Mangindaan.
Oleh karena itu, pihaknya setuju jika ada kebijakan dari ASDP untuk memberikan potongan biaya penyeberangan pada siang hari.
"Jika untuk kepentingan masyarakat tentu kami setuju dan mendukung jika ada kebijakan itu. Ini untuk ketertiban dan kenyamanan masyarakat, jangan sampai terjadi antrean hingga berjam-jam," kata Menhub.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Merak Supriyanto mengatakan, untuk kebijakan pemberian potongan harga bagi penumpang yang menyeberang pada siang hari masih bersifat wacana, karena kebijakan tersebut tergantung kebijakan dari pusat. Akan tetapi, jika wacana diskon tersebut belum bisa terealiasi, untuk mengantisipasi penumpukan pada malam hari, pihaknya sudah menyiapkan berbagai langkah-langkah untuk menghadapi arus mudik tersebut.
"Kami sudah lakukan sosialisasi melalui media dalam bentuk imbauan agar pemudik tidak bersamaan datang ke pelabuhan pada malam hari," kata Supriyanto.
Selain itu, ASDP Merak juga sudah menyiapkan dermaga khusus untuk kendaran roda dua jika terjadi puncak arus mudik pada malam hari, dermaga yang disiapkan untuk kendaraan roda dua tersebut yakni dermaga empat dan dermaga lima.
"Jika terjadi penumpukan kendaraan roda dua, kita buka dermaga empat dan lima khusus untuk kendaran roda dua. Tentunya ini situasional saja, jika terjadi kepadatan," kata Supriyanto.
Ia menambahkan, puncak arus mudik Lebaran 2013 diperkirakan terjadi pada H-5, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai puncak pada H-3.
Dengan begitu arus penumpang bisa terurai karena masih ada waktu yang cukup untuk melakukan penyeberangan sebelum Lebaran.
Untuk menambah kenyamanan bagi pemudik, ASDP Merak mulai H-7 melarang kendaraan truk yang akan menyeberang, kecuali untuk kendaraan truk kebutuhan pokok.
Sebelumnya Dishub Banten meminta agar ASDP Merak memberikan dispensasi bagi penumpang kendaraana roda dua dan roda empat yang menyeberang pada siang hari pada saat arus mudik.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan penumpang pada malam hari pada saat arus mudik lebaran.
(M045)
Pewarta : Oleh Mulyana
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
