
Wagub: mutu pembina pramuka perlu ditingkatkan

Jogja (Antara Jogja) - Mutu pembina pemutakhiran materi dan metode pendidikan kepramukaan perlu ditingkatkan untuk memperbarui kegiatan tersebut, kata Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Paku Alam IX.
"Hal itu penting karena rasio antara pembina pramuka dan peserta didik gerakan pramuka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dalam rentang minim sekali," katanya di Yogyakarta, Selasa.
Oleh karena itu, menurut dia saat membuka Kursus Pembimbing Pramuka Mahir Tingkat Dasar Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), perlu upaya untuk meningkatkan mutu pembina pramuka, di antaranya melalui kursus mahir.
"Melalui kegiatan itu diharapkan nanti bisa menjadi motivasi untuk mempersiapkan kader pembangunan yang semakin berkualitas bagi bangsa dan negara di masa depan," katanya.
Ia mengatakan kegiatan itu jangan hanya dijadikan persyaratan akademik, tetapi juga harus disadari dan dipahami untuk menyiapkan generasi muda mendatang yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu juga peduli terhadap Tanah Air, bangsa, dan negara serta sesama manusia dan alam seisinya, dan peduli terhadap diri sendiri.
"Dalam hal ini penyelenggaraan pendidikan untuk kaum muda tidak hanya menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi seyogianya juga menekankan pembentukan watak dan kepribadian," katanya.
Akademisi UNY Suwarjiyo mengatakan kursus mahir itu didasari oleh suatu niat agar mahasiswa PGSD yang nanti akan menjadi guru di tingkat sekolah dasar diharapkan mampu menjadi pembina pramuka yang baik.
"Kemampuan menjadi pembina pramuka yang baik harus didasari oleh pengalaman yang memadai, yakni melalui kursus mahir," katanya.
Kursus mahir itu dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama dimulai pada 20 Agustus hingga 2 September 2013 diikuti 132 mahasiswa PGSD, sedangkan gelombang kedua pada 5-7 September 2013 juga diikuti 132 mahasiswa PGSD.
(B015)
Pewarta : Oleh Bambang Sutopo Hadi
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
