Logo Header Antaranews Jogja

Konversi BBM ke BBG lebih menguntungkan

Jumat, 6 September 2013 19:43 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Jogja (Antara Jogja) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi menyatakan bahwa upaya konversi dari penggunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas lebih menguntungkan.

"Konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) ini memang jauh lebih menguntungkan khususnya sebagai bahan bakar alternatif transportasi," kata Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saryono Hadiwidjoyo di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan beberapa kelebihan penggunaan bahan bakar gas antara lain emisi yang dihasilkan lebih ramah lingkungan sehingga dapat mendukung pengurangan emisi rumah kaca.

Selain itu, menurut dia, harga bahan bakar tersebut jauh lebih murah yakni Rp3.100 per liter dari pada bahan bakar minyak yang saat ini telah naik menjadi Rp 6.500 untuk premium dan Rp5.500 untuk solar.

"Harga BBG akan lebih meringankan pengguna moda transportasi karena harganya yang lebih murah sekitar 40-50 persen dari bahan bakar premium," katanya.

Selain itu, lanjut dia, potensi produksi "compressed natural gas" (CNG) dalam negeri masih cukup besar sehingga tidak perlu impor. Sebab dari sisi persediaan cadangan gas di Indonesia masih melimpah untuk mencukupi kebutuhan 47 tahun yang akan datang.

"Saat ini Indonesia sudah saatnya mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi (CNG) sebagai bahan bakar transportasi daripada penggunaan bahan bakar minyak. Cadangan minyak hanya tersisa untuk 11 tahun," katanya.

Namun demikian, menurut dia, pemanfaatan energi alternatif tersebut belum dapat dilakukan secara serentak karena masih membutuhkan persiapan yang memadai dari pemerintah khususnya dari segi pemenuhan infrastruktur.

"Saya rasa bertahap, untuk awal-awal mungkin dipilih untuk kota-kota yang dekat dengan sumber gas dibarengi dengan kesiapan pipanisasinya," katanya.

(KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026