
Setelah damai warga yang bentrok perbaiki kerusakan

Sleman (Antara Jogja) - Setelah sepakat berdamai pascabentrokan, warga Dusun Keniten, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Teratai siap bergotong royong memperbaiki rumah warga yang rusak.
"Gotong royong akan dilakukan pada Minggu (13/10) mendatang, dengan melibatkan warga Keniten serta sejumlah anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)," kata Camat Kalasan Samsul Bakri didampingi Kapolsek Kalasan Kompol Suparjo, Selasa.
Menurut dia, gotong royong atas inisiatif Kepala Desa Tamanmartani Gandang, dan disetujui Ketua Cabang PSHT Sleman Bimo Subandi Murbo Dinoto.
"Gotong royong nanti juga akan dihadiri Muspika Kalasan. Dengan demikian, kesalahpahaman yang sempat muncul, tidak ada lagi," katanya.
Kepala Desa Tamanmartani Gandang mengatakan kerja bakti dapat menunjukkan bahwa di antara warga Keniten dan PSHT sudah tidak ada masalah lagi.
"Kalau sudah mau bareng [gotong royong] kan warga juga tidak takut lagi. Karena kejadian bentrokan pada Sabtu (5/10) lalu membuat warga takut, dan trauma, sehingga tidak berani pulang ke runmah," katanya.
Sedangkan Bimo mengatakan siap untuk kembali berbaur dengan warga dan bergotong royong memperbaiki kerusakan, baik itu rumah warga maupun sarana prasarana yang ada.
"Kami siap mengerahkan sekitar 30 anggota PSHT untuk membantu melakukan perbaikan kerusakan rumah warga, dan menyingkirkan batu-batu bekas bentrokan yang masih tersisa di Keniten," katanya.
Ia juga meminta pihak desa, agar warga yang kurang puas bisa dikendalikan. Jangan sampai ada yang meminta bantuan ke dusun lain.
"Kami harapkan tidak ada lagi dendam di antara kita. Semua selesai dengan kesepakatan damai ini," katanya.
Akibat bentrokan yang melibatkan ratusan anggota perguruan bela diri PSHT dengan warga di Dusun Keniten, Kalasan, pada Sabtu (5/10) malam, tiga warga terluka.
Tiga warga yang terluka itu yakni Tri Hartanto (35), Fatoni (18), keduanya terkena luka bacok, dan seorang lagi, Wijaya (41) terkena luka pukul.
Selain itu, empat rumah warga yaitu milik Wahyu Widodo, Tamrin, Suradi, dan Sudardi mengalami kerusakan.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
