Logo Header Antaranews Jogja

93 pebalap bersaing di etape pertama "BTdI"

Sabtu, 2 November 2013 11:26 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Banyuwangi (Antara Jogja) - Sebanyak 93 pebalap dari 20 tim lokal dan mancanegara bersaing pada etape pertama lomba balap sepeda internasional "Banyuwangi Tour de Ijen 2013" (BTdI) sejauh 128,7 kilometer, Sabtu.

Rombongan pebalap dilepas Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dengan didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dari depan kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pukul 10.35 WIB.

Etape pertama melombakan "circuit race" melintasi jalanan di kota berjuluk "Sunrise of Java" (sebutan Banyuwangi) sebanyak 12 putaran atau masing-masing putaran berjarak sekitar 10,7 kilometer.

Pada etape pertama ini, terdapat tiga point sprint yang diperebutkan pebalap, masing-masing pada putaran ketiga kilometer 32,7, putaran keenam kilometer 68,7, dan putaran kesembilan kilometer 104,7.

Balapan yang menyajikan rute datar ini akan menjadi persaingan para "sprinter" tangguh, seperti dari tim Univega Jerman, Danish District Denmark, Terengganu Malaysia, dan Aisan Racing Jepang.

"Etape ini menjadi pertarungan sprinter dan uji ketangguhan pebalap, karena cuaca yang cukup panas juga menjadi tantangan buat pebalap," kata Ketua Panitia Penyelenggara BTdI, Guntur Priambodo.

Ia memprediksikan persaingan merebut juara etape sekaligus "yellow jersey" (jaket kuning) tanda pimpinan lomba akan berlangsung sengit sejak kilometer awal.

Lomba Tour de Ijen menempuh total jarak sejauh 606,5 kilometer yang terbagi dalam empat etape, masing-masing etape pertama 128,7 kilometer, dilanjutkan etape kedua 190 kilometer dari depan Stadion Bajulmati menuju Pantai Pulau Merah pada Minggu (3/11).

Kemudian etape ketiga pada Senin (4/11) menempuh jarak 113,7 kilometer dari Jajag dengan finis di Kecamatan Genteng, dan etape terakhir yang paling berat dari Kalibaru menuju tanjakan Kawah Ijen sejauh 166,3 kilometer digelar Selasa (5/11).

(D010)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026