
Pengamat : pengawasan peredaran senjata api lemah

Sleman (Antara Jogja) - Pengamat sosiologi kriminal Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Suprapto menilai banyaknya kasus penembakan oleh orang tidak dikenal serta adanya masyarakat yang merakit senjata api akibat lemahnya pengawasan dari aparat.
"Sejumlah aksi penembakan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena lemahnya pengawasan dari aparat kepolisian terkait mudahnya seseorang mendapatkan senjata api," kata Suprapto di Sleman, Jumat.
Menurut dia, salah satu kejadian penembakan yang menyasar calon legislator juga sarat dengan muatan politis.
"Insiden penembakan tersebut terjadi kuat dugaan berlatar belakang politik, mengingat lokasi kejadian merupakan posko tim sukses caleg," katanya.
Ia mengatakan, mudahnya mendapatkan senjata api saat ini merupakan kondisi di mana kurangnya kontrol yang dilakukan aparat penegak hukum.
"Senjata api banyak yang beredar di masyarakat, baik itu senjata api pabrikan yang masuk secara ilegal maupun senjata api rakitan sendiri," katanya.
Seperti diberitakan, aksi penembakan oleh orang tak dikenal kembali, Senin dini di rumah milik salah satu dosen perguruan tinggi swasta di Yogyakarta Lestanta Budiman di Jalan Wahid Hasyim 40B, Desa Condongcatur, Keamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daearah Istimewa Yogyakarta sekitar pukul 00. 44 WIB.
Dalam kejadian tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka tembak di bagian lengan kanannya atas nama Dian.
Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.
Menurut Lestanta Budiman yang juga calon legislator PDIP ini, kejadian penembakan oleh dua orang yang menggunakan sepeda motor itu berawal ketika dirinya sedang duduk bersama enam temannya di ruang depan rumah.
"Tiba-tiba datang sepeda motor yang ditumpangi oleh dua orang. Salah satu pelaku turun dari motor dan berjalan mendekati ruang depan rumah dan mengarahkan senjata api," katanya.
Menurut dia, pelaku terlihat sengaja mengarahkan senjata api kepada dirinya, namun saat senjata meletus justru mengenai salah teman saya dan satu lagi tembakan mengenai dinding tembok.
"Setelah dua kali menembak, pelaku langsung kabur bersama temannya yang telah menunggu dengan sepeda motor yang mesinnya masih menyala," katanya.
Ia mengatakan, dirinya juga masih ingat ciri-ciri pelaku penembakan meski tak terlalu detail karena kejadiannya cepat.
"Satu pelaku yang melakukan penembakan mengenakan jaket warna gelap, berbadan tinggi kurus dan langsung lari menggunakan sepeda motor ke arah utara," katanya.
Sementara itu, Kepolisian Resor Sleman, berhasil mengungkap dan menangkap perakit dan pemilik senjata api.
"Satu tersangka sebagai perakit dan pemilik senpi laras panjang yang kami tangkap atas nama Andi Kurniawan (33)," kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Heru Muslimin.
Menurut dia, tersangka ditangkap di Dusun Nginggring, Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Sleman pada Senin (4/11).
"Dari hasil penangkapan tersebut, kemudian hari ini kami melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumahnya," katanya.
Ia mengatakan, dari tangan tersangka pihaknya menyita satu pucuk senjata laras panjang dengan panjang sekitar 60 sentimeter.
"Kami juga menyita barang bukti lain berupa ratusan butir amunisi dengan kaliber 7,6 militer," katanya.
Heru mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan keterkaitan temuan itu terhadap kasus penembakan lainnya.
"Dalam pemeriksaan sementara tersangka mengaku merakit senjata api untuk tujuan berburu binatangan" katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
