Logo Header Antaranews Jogja

80 perupa ikuti kemah budaya di Merapi

Minggu, 22 Desember 2013 21:41 WIB
Image Print
Ilustrasi kemah budaya (indonesia7.com)

Sleman (Antara Jogja) - Sebanyak 80 pelukis dari Yogyakarta maupun dari luar kota mengadakan kemah budaya dan spirit Gunung Merapi pada 21 dan 22 Desember 2013 di Monumen Tugu Ambruk, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

"Acara dibuka Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu diikuti sejumlah perupa ternama antara lain Min Brojo, Godot Sutejo , Jenggit, Adi Dwi Antoro, Aji ZKusumo, Joko Sarjono dan beberapa kelompok Munggur, Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) dan Yogyakarta, pelukis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)," kata Ketua Panitia Godot Sutejo, Minggu.

Menurut dia, dalam kegiatan tersebut juga hadir pelukis dari Bekasi, Cirebon, Solo, Kalimantan Timur, Jakarta, Pati, Sleman, Bantul, Klaten Semarang dan Yogyakarta. Acara ini digelar dalam rangka memperingati hari ibu dan kegiatan tutup tahun 2013 Seni Rupa.

Dalam sambutannya Yuni Satia Rahayu berharap Sleman bisa menjadi salah satu pusat budaya di DIY, khususnya dan Indonesia pada umumnya. "Kegiatan semacam ini sudah mengakar dari dulu dan sampai saat ini perupa yang mulai `sepuh` (tua) juga masih ikut berperan serta dalam kegiatan tutup tahun 2013," katanya.

Menurut dia, pelukis tidak saja melukis tetapi ada hal-hal lain yang patut direnungkan. Semacam spirit dan rasa kebersamaan rasa saling menghormati, serta rasa kepeduian antar sesama baik sebagai seniman maupun sebagai manusia biasa juga saling bertemu dan bersilaturahmi.

"Terlebih pada acara ini juga diadakan siraman rohani dari tokoh agama dan budaya. Sehingga boleh dikatakan ada benang merah yang tersambung dengan acara yang teah dilaksanakan di pesantren Ilmu Giri pertengahan November lalu," katanya.

Kegiatan hari pertama setelah pembukaan yang diisi dengan tari-tarian tradisional, malam harinya diisi dengan pertunjukan pencak silat perisai diri dan sarasehan budaya Bincang-bincang santai oleh HM Nasrudin Ansori, CH, dan Purwadmadi tentang keindahan spiritual dalam kanvas.

Sedangkan pada hari ke dua diisi dengan kegiatan melukis dari para seniman lukis yang sebelumnya juga diadakan pementasan seni tradisional dan tarian Sekar Pujiastuti oleh Gendis, Ani, Mocopatan dan geguritan oleh Teguh dari Yogyakarta.
(V001)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026