
UU Keinsinyuran jamin profesionalisme insinyur

Jogja (Antara Jogja) - Undang-Undang Keinsinyuran akan menjamin profesionalisme insinyur, karena mengatur tentang sertifikasi insinyur profesional, penyelenggaraan lisensi kerja hingga standar pelayanan, kata anggota Tim Perumus Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran Tjipto Kusumo.
"Undang-Undang (UU) Insinyur akan melindungi konsumen pengguna jasa profesi insinyur, sekaligus menjaga kualitas dan kompetensi profesi insinyur yang bekerja di Indonesia," katanya pada diskusi `Tantangan Profesi Keinsinyuran: RUU Keinsinyuran dan Standar Kompetensi Insinyur`, di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, RUU Keinsinyuran itu sangat penting sehingga perlu segera diselesaikan. Dengan demikian, lulusan teknik nanti bisa memiliki payung hukum yang jelas dan profesinya terlindungi.
Selain itu, dengan adanya UU Keinsinyuran, insinyur asing yang datang ke Indonesia harus mengikuti UU tersebut layaknya insinyur Indonesia yang bekerja di luar negeri dan patuh pada UU Insinyur di negara tersebut.
"Ini negara kita sendiri, jangan karena pihak asing datang ke sini dan berinvestasi lalu kita tunduk kepada mereka. Mereka ada di negara kita sudah seharusnya mereka mengikuti aturan kita," katanya.
Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Akhmad Suraji mengatakan banyaknya lulusan sarjana teknik yang tidak siap bersaing di pasar hingga beralih profesi juga disebabkan sumber daya manusia lulusan tersebut yang rendah.
Padahal, kata dia, Indonesia membutuhkan lebih banyak insinyur saat ini, terlebih Indonesia akan menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang akan berlangsung pada 2015.
Menurut dia, penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menyiapkan lulusan teknik agar siap pakai saat lulus. Hal yang juga sama pentingnya adalah etika dari insiyur itu sendiri.
"Seorang lulusan teknik harus memiliki profesionalisme, integritas, dan disiplin yang tinggi. Selama ini yang masih lemah di lndonesia adalah etika para lulusan teknik," katanya.
Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Sri Atmaja Rosyidi mengatakan etika adalah hal yang sangat penting dalam suatu profesi. Etika memang kelihatannya sederhana, tetapi dampaknya luar biasa.
"Oleh karena itu, lulusan teknik harus memiliki etika dan wawasan yang global sehingga tidak kalah dengan pihak-pihak asing yang banyak berdatangan ke Indonesia," katanya.
(B015)
Pewarta : Oleh Bambang Sutopo Hadi
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
