
Caleg : lansia di lereng Merapi perlu pendampingan

Sleman (Antara Jogja) - Calon legislator DPRD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dari Partai Hanura Asih Setiyowati (41) menilai pascaerupsi 2010 banyak warga lanjut usia di lereng Gunung Merapi kehilangan akses ekonomi sehingga perlu pendampingan.
"Selama ini saya banyak berkecimpung sebagai relawan pendamping warga lanjut usia (lansia), jika saya terpilih sebagai wakil rakyat maka akan bisa lebih optimal dalam memberikan pendampingan kepada lansia," kata Asih di Sleman, Rabu.
Menurut dia, dirinya sangat berharap bisa menjadi penyampai dan pejuang aspirasi warga lereng Gunung Merapi.
"Sebenarnya pendampingan korban Merapi selama ini telah banyak dilakukan berbagai pihak. Kendala itu pada orangnya, kegiatan pendampingan masih berjalan," katanya.
Ia mengatakan, dirinya juga berharap bisa membantu memajukan perempuan lereng Merapi.
"Saat ini banyak lansia yang jompo, untuk makan sehari-hari tidak ada, ibaratnya Senin-Kamis. Mata pencaharian hilang," katanya.
Selain itu dirinya juga prihatin dengan masalah pendidikan di lereng Merapi karena banyak anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah.
"Ada yang karena faktor ekonomi, namun yang dominan karena ijazah sudah hilang saat terjadi bencana. Sehingga mau melanjutkan sekolah sudah terlanjur tidak bersemangat," katanya.
Ia mengatakan, bagi anak-anak lereng Merapi yang putus sekolah dan memasuki masa produktif diarahkan untuk bisa memiliki ketrampilan agar dapat berwira usaha.
"Mereka ini diupayakan diarahkan ke BLK agar bisa memiliki ketrampilan untuk bekal bekerja atau berwirausaha," kata Asih yang juga merupakan seorang guru sekolah ini.
Menurut caleg DPRD Sleman Dapil II ini, saat ini masalah kesetaraan gender juga belum berjalan dengan baik, peran perempuan masih sering dinomorduakan.
"Saat ini perempuan masih belum mendapat posisi yang setara dengan kaum pria, mereka masih sering dikalahkan dalam berbagai sisi dan peran di masyarakat," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
