Logo Header Antaranews Jogja

Kementerian PU bangun 28 waduk

Rabu, 19 Maret 2014 20:41 WIB
Image Print
Djoko Kirmanto (Foto antaranews.com)

Jogja (Antara Jogja) - Kementerian Pekerjaan Umum dalam empat tahun terakhir telah membangun sebanyak 28 waduk, 11 di antaranya diperkirakan selesai tahun ini.

"Waduk-waduk itu akan menambah tampungan air sebanyak 1.061,92 juta kubik. Hal itu merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan dukungan terhadap ketahanan air," kata Djoko Kirmanto di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu.

Dalam pidatonya saat menerima gelar Doctor Honoris Causa dari UGM, Djoko Kirmanto mengatakan dalam program penyediaan air minum dan sanitasi untuk rakyat, berbagai upaya telah dilakukan Kementerian PU dengan melibatkan masyarakat.

"Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang dilaksanakan sejak 2008 itu telah mencakup 6.855 desa. Program itu masih dilanjutkan hingga 2016 untuk 5.000 desa lagi," katanya.

Meksipun demikian, kata dia, pengelolaan sumber daya air tidak dapat dipisahkan dari upaya penataan ruang. Salah satu permasalahan adalah semakin berkurangnya ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat terutama yang berada di kawasan perkotaan.

Menurut dia, ruang terbuka hijau publik di seluruh kawasan perkotaan di Indonesia masih berkisar 11-12 persen, berada jauh di bawah standar yang ditetapkan UU Penataan Ruang minimal 20 persen.

"Kami sudah mendorong pemerintah kabupaten dan kota dalam pengembangan kota hijau dengan cara memberikan insentif kepada 112 pemerintah kabupaten dan kota," katanya.

Ketua tim promotor Sunjoto mengatakan UGM memberikan gelar Doctor Honoris Causa bidang sumber daya air dan lingkungan kepada Menteri PU Djoko Kirmanto.

"Pemberian gelar doktor kehormatan kepada Djoko Kirmanto itu berdasarkan prestasinya dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat dalam bidang pengelolaan sumber daya air dan lingkungan," katanya.

Menurut dia, hal itu terbukti dari kebijakan Djoko dalam bidang irigasi, konservasi air, dan pengelolaan sumber daya air melalui pengembangan air untuk masyarakat.

Pertimbangan lainnya, kata dia, Djoko dinilai menaruh kepedulian besar terhadap masalah lingkungan yang ditunjukkan dengan memunculkan konsep "Green City".

Selain itu, pada setiap kebijakannya sebagai menteri, Djoko dinilai selalu mengedepankan agar sumber daya air diperuntukkan seluruhnya untuk kepentingan rakyat.

"Hal itu direalisasikan dari terbitnya PP 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan penerbitan PP 20 Tahun 2006 tentang Irigasi dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pegelolaan irigasi," katanya.

(B015)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026