
Bantul pastikan ketersediaan air irigasi saat kemarau

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya memastikan ketersediaan air irigasi mencukupi untuk mengairi semua lahan pertanian di daerah ini saat musim kemarau tahun ini.
"Sesuai Kepmen (Keputusan Menteri), kewenangan kami ada 68 daerah irigasi se Bantul, dan semua sudah siap menghadapi musim kemarau," kata Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Dinas Sumber Daya Air Bantul, Wagiyo, Kamis.
Menurut dia, saat musim kemarau otomatis potensi atau pasokan air untuk lahan pertanian berkurang tidak seperti pada saat musim hujan yang persediaan melimpah, sehingga pihaknya meminta petani untuk menyesuaikan pola tanam, misalnya dengan menanam palawija.
Meski begitu, kata dia untuk memastikan ketersediaan air selama kemarau pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan penjaga bendung dan juru pintu air agar bisa membagi air irigasi sesuai kebutuhan pola tanam petani.
"Kemudian kami juga koordinasi dengan para petani, kami akan menyampaikan supaya mereka (petani) menyesuaikan pola tanam dan jadwal tanam, seperti padi-padi-palawija itu ditaati, agar distribusi air bisa merata," katanya.
Ia mengatakan, selain berkoorinadi dengan pihak terkait, untuk antisipasi antisipoasi terjadi kekurangan air saat kemarau, pihaknya telah menyiapkan sejumlah pompa air yang sewaktu-waktu digunakan petani dalam keadaan darurat.
"Kami siapkan pompa seandainya kekurangan air yang terjadi sifatnya darurta pada musim kemarau, selain itu mereka sudah punya pompoa sendirr. Sudah ada pompa dua inc yang kami hibahkan ke petani semua," katanya.
Sementara itu, untuk saluran irigasi pihaknya juga memastikan saat musim kemaru bisa berfungsi dengan baik, karena setiap tahun pihaknya menganggarkan pemeliharaan dan pembangunan irigasi melalui APBD Bantul sebesar Rp400 juta.
"Secara kewenangan pemerintah kabupaten menangani daerah irigasi di bawah seribu hektare, sementara seribu sampai tiga ribu kewenangan provinsi, namun karena keterbatasan sumber daya manusia maka kami bantu operasionalnya," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
