
Rabobank dukung pengembangan usaha di DIY

Yogyakarta (Antara Jogja) - PT Bank Rabobank International Indonesia memiliki komitmen mendukung pengembangan usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan berupaya melayani lebih banyak pengusaha di wilayah tersebut.
"Kami ingin melayani lebih banyak lagi pengusaha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya dalam mengembangkan usahanya. Apalagi, wilayah tersebut memiliki iklim usaha yang positif," kata Direktur Penjualan dan Distribusi Rabobank Indonesia Rusli Sutanto di Yogyakarta, Selasa.
Usai peresmian Kantor Cabang Rabobank Yogyakarta, ia mengatakan Rabobank unggul secara kompetitif dalam melayani pengusaha yang bergerak dalam bidang pangan dan agribisnis. Selama ini Rabobank memang memiliki keahlian dalam bidang pangan dan agribisnis mulai dari industri hulu hingga hilir.
"Rabobank ke depan ingin menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia. Untuk mendukung cita-cita itu kami akan terus mendekat ke masyarakat agar bisa berbagi pengalaman perbankan yang lebih baik kepada para nasabah," katanya.
Menurut dia, salah satu cara untuk mendekatkan diri ke masyarakat adalah dengan mendirikan kantor di kawasan yang lebih strategis. Seperti halnya di DIY, Kantor Cabang Rabobank mulai 20 Mei 2014 secara resmi menempati kantor baru di Jalan Diponegoro 22 Yogyakarta, yang memang dikenal sebagai salah satu kawasan strategis di DIY.
"Kami optimistis, dengan pengalaman yang panjang kami akan bisa menjadi salah satu bank terbesar sekaligus menjadi mitra masyarakat dan pemerintah," katanya.
Ia mengatakan Rabobank yang ada di Belanda yang berdiri sejak 1898 atau lebih dari satu abad dikenal sebagai penyedia layanan jasa keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip koperasi. Rabobank berakar dalam bidang pertanian dan semula mempunyai basis di perdesaan.
"Seiring perjalanan waktu dan tuntutan usaha, Rabobank merambah ke sektor lain dengan tetap berpegang teguh pada landasan awal didirikannya bank tersebut," katanya.
Kepala Korporasi dan Komunikasi Pemasaran Rabobank Indonesia Gilang Soepangkat mengatakan Rabobank Indonesia didirikan tidak lepas dari cikal bakal Rabobank yang dirintis sekelompok orang yang memiliki jiwa wirausaha. Mereka mendirikan koperasi kemudian meluas hingga ke Indonesia.
"Rabobank Indonesia bermula dari suatu bank yang memiliki praktik kewirausahaan yang kuat yang memahami kebutuhan dan tantangan dari pengusaha dalam tahapan usaha yang berbeda, mulai dari mendirikan usaha, menumbuhkan bisnis dan mengembangkan lebih lanjut dengan melakukan diversifikasi dalam bisnis mereka," katanya.
Treasury Director and Global Market Rabobank Billie Fuliangsahar mengatakan LDR Rabobank 2013 sebesar 104,7 persen dengan NPL 1,14 persen (nett) dan 2,4 persen (gross).
"Dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp9,9 triliun dan angka kredit Rp10,2 triliun. Kami terus mengembangkan diri dan serius menggarap pasar yang ada terutama korporasi dan UKM," katanya.
(B015)
Pewarta : Oleh Bambang Sutopo Hadi
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
