
Desa Wisata Nawung gelar pentas seni tradisional

Sleman (Antara Jogja) - Desa Wisata Nawung di Gayamharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar berbagai pentas kesenian tradisional masyarakat setempat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, Senin.
"Desa Wisata Nawung Gayamharjo dengan unggulan Sungai Kedung Nganten," kata pengelola Desa Wisata Nawung, Wakidi.
Menurut dia, seni tradisional yang dipentaskan meliputi kesenian srandul, jathilan, dan solawat.
"Setelah pentas seni diakhiri dengan prosesi merti dusun yakni kenduri dan kirab lima buah gunungan wulu wetu masyarakat Nawung meliputi pisang, kacang tanah, kacang panjang terong, garut serta singkong.
"Kegiatan ini dilakukan untuk menarik wisatawan dan untuk melestarikan kesenian tradisional khususnya Srandul agar dapat diwariskan kepada generasi penerus," katanya.
Ia mengatakan, sebagai desa wisata Nawung secara resmi mulai sejak 2009 dengan salah satu unggulan desa wisata ini yakni menyusuri Sungai Kedung Nganten, atau di dengan nama Dewi Kangen sepanjang 1,5 kilometer.
"Menurut cerita leluhur warga setempat, di zaman dahulu Kedung Nganten merupakan tempat mempertemukan pasangan temanten sebagai suami-istri yang sah yang dilakukan seorang dukun," katanya.
Selain Sungai Kedung Nganten, juga terdapat Kedung Dukun, Kedung Pasangan, Kedung Ngaron, Kedung Kendil dan Kedung Dowo dan jembatan gantung yang menarik untuk wista tracking.
Nawung berada di Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan dengan jarak sekitar 25 kilometer dari kota Sleman.
"Meski Nawung belum berkembang, namun mulai dikenal wisatawan domestik dan mancanegara. Wisatawan mancanegara yang telah mengunjungi Kedung Nganten di antaranya dari Jerman, Belgia, dan Turki," katanya.
Wakidi berharap untuk lelbih menarik kedatangan wisatawan agar jalan Kabupaten yang saat ini kondisinya rusak sepanjang empat kilometer dapat segera diperbaiki untuk kenyamanan wisatawan.
"Mengingat medan jalan yang naik turun dan berkelok-kelok sehingga membahayakan pengguna jalan bila tidak hati-hati dalam berkendara," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
